AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Database yang Dirancang Khusus

Memilih database & analitik yang tepat untuk tiap beban kerja — membangun aplikasi berskala web tanpa memaksakan satu database untuk semua.
Kode DAT402Level 400 · AhliTrack Data & Analytics
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari seri 61 sesi
Track · Data & Analytics

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

DAT40214:00 WIBFloor 4, Ballroom 1A1 Level 400 · AhliBahasa IndonesiaPembicara: AWS

Sesi tingkat ahli ini membedah satu prinsip yang menjadi tulang punggung aplikasi modern berskala web: purpose-built databases — memilih database dan layanan analitik yang dirancang khusus untuk tiap beban kerja, alih-alih memaksakan satu database relasional untuk semua kebutuhan. Selama bertahun-tahun, pola default adalah "satu database untuk seluruh aplikasi". Pola itu nyaman di awal, tetapi mulai retak ketika trafik membesar, bentuk data beragam, dan pola akses berbeda-beda antar fitur.

Realitanya, satu aplikasi web besar bukanlah satu beban kerja tunggal. Katalog produk butuh pencarian teks yang relevan, keranjang belanja butuh latensi rendah pada skala masif, transaksi pembayaran butuh konsistensi kuat & jaminan ACID, dasbor bisnis butuh agregasi analitik atas miliaran baris, dan fitur "teman Anda juga membeli" butuh penelusuran relasi (graph). Memaksakan semua itu ke satu mesin berarti berkompromi di banyak tempat sekaligus. AWS menawarkan katalog layanan data yang masing-masing dioptimalkan untuk satu jenis pekerjaan.

Kenapa penting untuk Anda? Jika aplikasi Anda mulai melambat, mahal, atau sulit diskalakan karena satu database dipaksa mengerjakan segalanya, sesi ini memberi peta jalan untuk memecah beban kerja ke layanan yang paling pas — dan pola arsitektur data polyglot untuk menyatukannya kembali.
Konsep Inti

Satu Alat untuk Satu Tugas

02

Prinsip purpose-built

Ide pokoknya sederhana namun mengubah cara berpikir: tidak ada satu database yang unggul di segala dimensi. Sebuah mesin yang hebat untuk transaksi keuangan (konsisten, terstruktur, ACID) belum tentu efisien untuk menyimpan sesi pengguna bervolume jutaan per detik, dan hampir pasti buruk untuk pencarian teks bebas atau agregasi analitik. Setiap kategori database membuat trade-off yang berbeda antara konsistensi, latensi, throughput, fleksibilitas skema, dan biaya.

Karena itu, arsitektur purpose-built menerima kenyataan bahwa data akan tersebar di beberapa penyimpanan — sebuah pendekatan yang disebut polyglot persistence. Alih-alih menganggapnya kerumitan yang harus dihindari, kita memperlakukannya sebagai keputusan desain sadar: tiap beban kerja dipetakan ke layanan yang paling cocok, lalu disatukan lewat pola integrasi (event, stream, atau replikasi) yang terkontrol.

Tiga pertanyaan yang dipakai sesi ini untuk memilih layanan: (1) Bentuk data — relasional, key-value, dokumen, teks, deret waktu, atau graph? (2) Pola akses — banyak baca titik-tunggal, agregasi range luas, pencarian relevansi, atau penelusuran relasi? (3) Kebutuhan non-fungsional — konsistensi, latensi target, skala, dan anggaran biaya.

Peta layanan & kapan dipakai

Berikut peta ringkas layanan data AWS yang dibahas, beserta beban kerja yang paling cocok untuk masing-masing:

Aurora / RDSRelasional transaksional, ACID
DynamoDBKey-value skala masif, latensi rendah
ElastiCacheCache in-memory, respons sekejap
OpenSearchPencarian teks & analitik log
RedshiftData warehouse & analitik
NeptuneGraph: relasi & rekomendasi
TimestreamDeret waktu (IoT, metrik)
Beban kerjaBentuk / polaLayanan yang cocok
Transaksi & pembayaranRelasional, ACID, joinAmazon Aurora / RDS
Keranjang, sesi, profilKey-value skala masifAmazon DynamoDB
Halaman panas, hasil berulangCache in-memoryAmazon ElastiCache
Pencarian katalog, logFull-text, relevansiAmazon OpenSearch
Dasbor & laporan bisnisAgregasi kolumnarAmazon Redshift
Rekomendasi, jejaringGraph, traversal relasiAmazon Neptune
Metrik IoT / telemetriDeret waktu (time-series)Amazon Timestream

Tujuh kategori ini bukan daftar yang harus dipakai sekaligus. Justru sebaliknya: mulai dari satu atau dua yang paling menyakitkan, lalu tambah layanan lain saat beban kerja baru muncul. Kuncinya adalah memetakan tiap fitur ke alat yang tepat, bukan menumpuknya di satu tempat.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat kotak perkakas

Ibaratnya, membangun aplikasi web besar itu seperti mengerjakan renovasi rumah. Seorang tukang berpengalaman tidak memaksakan satu palu untuk semua pekerjaan. Untuk memaku ia pakai palu, untuk sekrup ia pakai obeng, untuk memotong kayu ia pakai gergaji, untuk mengukur ia pakai meteran. Memaksakan palu untuk memasang sekrup mungkin "bisa", tetapi lambat, merusak, dan hasilnya buruk. Purpose-built databases adalah kotak perkakas untuk data: tiap tugas punya alat khusus yang paling pas.

KOTAK PERKAKAS DATA AuroraDynamoDBElastiCache OpenSearchRedshiftNeptune
Analogi: tiap beban kerja punya "alat" data khusus — Anda tidak memaksakan satu palu untuk semua pekerjaan.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, aplikasi web berskala di atas arsitektur data purpose-built terlihat seperti ini: sebuah lapisan aplikasi / API menerima permintaan pengguna, lalu mengarahkan tiap operasi ke penyimpanan yang tepat. Transaksi ke Aurora, keranjang & sesi ke DynamoDB, hasil panas dilayani lewat ElastiCache, pencarian ke OpenSearch, sementara perubahan data mengalir (lewat stream/event) ke Redshift untuk analitik dan ke Neptune untuk relasi.

Pengguna Aplikasi/ API Layer Aurora (transaksi) DynamoDB (sesi) ElastiCache (cache) OpenSearch (cari) Redshift (analitik) Neptune (graph)
HLA: aplikasi/API mengarahkan tiap operasi ke penyimpanan purpose-built yang paling cocok untuk beban kerjanya.

Alur data polyglot satu transaksi

Ketika seorang pengguna menekan "Bayar" di sebuah marketplace, inilah yang terjadi di balik layar melintasi beberapa penyimpanan:

  1. Tulis transaksi. Pesanan & pembayaran ditulis ke Aurora secara ACID — tidak boleh ada uang hilang atau ganda.
  2. Perbarui state cepat. Status keranjang & sesi diperbarui di DynamoDB dengan latensi milidetik.
  3. Layani ulang dari cache. Halaman konfirmasi memakai ElastiCache agar respons instan tanpa membebani database utama.
  4. Alirkan perubahan. Event "pesanan dibuat" mengalir lewat stream ke OpenSearch (indeks pencarian) & Redshift (analitik).
  5. Perbarui relasi. Neptune mencatat "pengguna X membeli produk Y" untuk memperkaya rekomendasi.
  6. Konsistensi terkelola. Sumber kebenaran tetap di Aurora; salinan turunan bersifat eventually consistent secara sadar.
AuroraDynamoDBCacheStreamAnalitik
Alur polyglot: tulis transaksi (Aurora) → state cepat (DynamoDB) → cache → stream event → analitik/graph.
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di Indonesia.

Contoh Penerapan · E-commerce Skala Besar

Katalog + keranjang + pencarian dengan database berbeda

Sebuah marketplace besar memisahkan beban kerjanya: katalog produk & transaksi memakai Aurora agar konsisten; keranjang belanja & sesi jutaan pengguna ditaruh di DynamoDB yang tetap kencang saat flash sale; pencarian produk ("sepatu lari pria hitam") dilayani OpenSearch agar relevan dan cepat; dan halaman panas dipercepat ElastiCache. Hasilnya: tiap fitur diskalakan sendiri-sendiri tanpa saling menyeret, dan biaya menjadi proporsional dengan beban masing-masing.

Contoh Penerapan · Platform Data Real-Time

Telemetri kendaraan & deret waktu

Sebuah platform ride-hailing / logistik menerima jutaan sinyal lokasi & sensor per menit. Data telemetri deret waktu masuk ke Amazon Timestream yang dioptimalkan untuk pola tulis-berat & kueri rentang waktu; DynamoDB menyimpan state pesanan aktif; dan agregasi harian mengalir ke Redshift untuk memantau performa armada. Memaksakan ini ke satu database relasional akan cepat kolaps di volume tulis setinggi itu.

Contoh Penerapan · Rekomendasi & Analitik

"Teman Anda juga membeli" & dasbor bisnis

Sebuah layanan konten/keuangan memakai Neptune untuk memodelkan graf hubungan pengguna–produk–minat, sehingga rekomendasi bisa menelusuri relasi berlapis dalam milidetik. Sementara itu, tim bisnis menjalankan kueri agregasi berat (pendapatan per wilayah, kohort retensi) di Redshift tanpa mengganggu database transaksional. Data pindah antar keduanya lewat pipeline event yang terkontrol, menjaga sistem produksi tetap responsif.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

DAT402 · Slide 1

Satu database untuk semua = kompromi di mana-mana

Aplikasi web besar bukan satu beban kerja. Memaksakan satu mesin berarti mengorbankan latensi, biaya, atau skala.

1 / 6
DAT402 · Slide 2

Prinsip purpose-built

Pilih database yang dirancang khusus untuk tiap beban kerja. Trade-off konsistensi, latensi, throughput, & biaya berbeda-beda.

2 / 6
DAT402 · Slide 3

Peta layanan

  • Aurora/RDS · DynamoDB · ElastiCache
  • OpenSearch · Redshift
  • Neptune · Timestream
3 / 6
DAT402 · Slide 4

Analogi kotak perkakas

Anda tidak memaksakan satu palu untuk semua pekerjaan. Tiap tugas punya alat khusus yang paling pas.

4 / 6
DAT402 · Slide 5

Polyglot & konsistensi

Aurora jadi sumber kebenaran; salinan turunan (search, analitik, graph) diperbarui lewat stream secara sadar.

5 / 6
DAT402 · Slide 6

Bawa pulang

Mulai dari beban kerja paling menyakitkan, pindahkan ke layanan yang tepat, lalu tambah saat kebutuhan tumbuh.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026 (6 Agustus 2026, The Ritz-Carlton Jakarta), dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.