AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Migrasi Jutaan Aset: EFS ke S3 & CloudFront

Memindahkan jutaan file dari file system ke object storage berbiaya rendah dengan pengiriman global lewat CDN.
Kode DEV205Level 200 · MenengahTrack Build & Migrate
Edisi Pertama · 2026 · Buku 1 dari 61
Track · Build & Migrate

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

DEV20513:40 WIBFloor 4, Ballroom 1B Level 200 · MenengahBahasa IndonesiaPembicara: SEVIMA

Sesi ini menceritakan kisah nyata SEVIMA — perusahaan edutech yang melayani ratusan kampus di Indonesia — ketika mereka harus memindahkan jutaan aset (materi kuliah, berkas mahasiswa, gambar, dokumen) dari Amazon EFS ke Amazon S3 yang dipercepat oleh Amazon CloudFront. Ini bukan cerita teknologi baru yang gemerlap, melainkan sesuatu yang jauh lebih membumi: "bagaimana menekan biaya penyimpanan, menaikkan skala, dan mempercepat akses global — tanpa membuat pengguna terganggu selama perpindahan."

Menyimpan file statis (yang jarang berubah tetapi sering dibaca) di file system seperti EFS itu mahal dan tidak efisien untuk skala besar. EFS dirancang untuk beban kerja yang butuh akses bersama ala berkas POSIX — bukan untuk menampung jutaan gambar profil atau PDF materi yang cukup diambil lewat URL. Memindahkannya ke object storage (S3) menurunkan biaya drastis, menambah daya tahan (durability), dan — dipadu CDN — membuat aset terkirim cepat ke pengguna di mana pun mereka berada.

Kenapa penting untuk Anda? Hampir setiap aplikasi yang tumbuh besar suatu saat menyimpan aset statis di tempat yang salah. Sesi ini adalah peta jalan praktis untuk memindahkannya dengan aman — termasuk bagian tersulit: me-refactor kode aplikasi dan melakukan cutover minim downtime.
Konteks Nyata · SEVIMA

SEVIMA (PT Sentra Vidya Utama) adalah perusahaan edutech dan pionir sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk pendidikan tinggi di Indonesia, aktif sejak 2004. Produk intinya — SEVIMA Platform / siAkadCloud (SaaS sejak 2017) — kini melayani lebih dari 1.200 perguruan tinggi dengan sekitar 3,5 juta pengguna (mahasiswa, dosen, dan operator kampus), dan tercatat merekam sekitar 900 juta aktivitas akademik sepanjang 2024. Skala inilah yang membuat pengelolaan jutaan berkas akademik (materi, tugas, dokumen) menjadi persoalan nyata. Yang terpublikasi: SEVIMA memakai layanan AWS termasuk Amazon S3 dan Amazon RDS untuk penyimpanan & basis data, berstatus AWS ISV Qualified, pernah menahan lonjakan pengguna hingga 10x saat pandemi, dan menyebut penghematan sekitar 30% total biaya kepemilikan (TCO) lewat AWS.

Sumber: situs resmi SEVIMA (sevima.com — profil perusahaan & laporan 900 juta aktivitas 2024) dan artikel publik "How AWS Cloud Helps Indonesia's Education Technology" (Medium). Data penggunaan S3/RDS & penghematan TCO berasal dari materi publik tersebut; detail spesifik migrasi EFS→S3/CloudFront pada sesi ini bersifat ilustratif kecuali disebutkan.

Konsep Inti

Apa Bedanya & Mengapa Pindah

02

File storage vs object storage

Untuk paham kenapa migrasi ini masuk akal, kita perlu membedakan dua cara menyimpan data. File storage (seperti Amazon EFS) menata data dalam hierarki folder dengan jalur berkas ala POSIX — /kampus/2026/materi.pdf. Aplikasi mengaksesnya seolah membaca disk lokal: buka, baca, tulis, kunci. Cocok untuk aplikasi yang memang butuh sistem berkas bersama.

Object storage (seperti Amazon S3) tidak mengenal folder sungguhan. Setiap berkas adalah objek yang punya kunci unik dan diambil lewat URL (mis. https://cdn.contoh.id/materi.pdf). Tak ada operasi "kunci file" atau "buka sebagian" — Anda menaruh objek dan mengambilnya utuh. Sebagai gantinya, S3 menawarkan skala hampir tak terbatas, daya tahan sangat tinggi (11 sembilan), dan biaya jauh lebih rendah untuk aset yang jarang berubah.

Perbedaan inilah sumber tantangan terbesar migrasi: kode aplikasi yang tadinya membaca path file harus di-refactor agar bekerja dengan URL objek. Ini pekerjaan yang menyentuh banyak titik di basis kode — dan harus direncanakan, bukan dikerjakan tergesa.

Layanan yang terlibat

Berikut layanan inti yang dibahas di sesi, beserta perannya dalam perpindahan:

Amazon EFSFile system POSIX (sumber)
Amazon S3Object storage (tujuan)
CloudFrontCDN pengiriman global
AWS DataSyncSalin data massal & terverifikasi
AWS LambdaOtomasi & transform saat migrasi
ObservabilityPantau progres & integritas

Keenam layanan ini bekerja sama. Misalnya, DataSync menyalin jutaan berkas dari EFS ke S3 sambil memverifikasi integritas; Lambda memicu proses lanjutan (mis. membuat thumbnail atau memperbarui indeks); CloudFront lalu menyajikan objek dari S3 ke pengguna terdekat; dan Observability memastikan tak ada berkas yang tertinggal atau rusak.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Dari lemari arsip ke gudang global

Ibaratnya, menyimpan jutaan aset di EFS seperti menaruh seluruh arsip perusahaan di lemari besi fisik di satu kantor. Aman dan familiar, tetapi mahal per rak, ruangannya terbatas, dan bila ada klien di kota lain yang butuh salinan, kurir harus bolak-balik dari kantor pusat — lambat dan boros.

Amazon S3 adalah gudang cloud raksasa yang bisa menampung nyaris tak terbatas dengan biaya sewa per barang yang jauh lebih murah. Dan CloudFront adalah armada kurir global: alih-alih semua permintaan lari ke gudang pusat, salinan populer dititipkan di "loket kurir" (edge) yang tersebar di banyak kota, sehingga pengguna mengambil dari loket terdekat — cepat dan hemat ongkos kirim.

Lemari arsip (EFS) DataSync Gudang (S3) Loket AsiaLoket EropaLoket Amerika CloudFront (kurir global)
Analogi: dari lemari arsip di satu kantor (EFS) ke gudang raksasa (S3) dengan armada kurir global (CloudFront).
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, target arsitektur setelah migrasi terlihat seperti ini: aplikasi tak lagi menempel ke file system; ia hanya menyimpan kunci objek dan menyajikan URL CloudFront kepada pengguna. Objek fisiknya ada di S3, dipercepat oleh CloudFront di banyak edge, sementara DataSync (saat migrasi) dan Lambda (untuk otomasi) bekerja di belakang layar.

Pengguna CloudFront(edge / CDN) Amazon S3(objek asli) AsiaEropaAmerika Aplikasi (URL objek) DataSync + Lambda
HLA target: pengguna → CloudFront (edge) → S3; aplikasi menyajikan URL objek, DataSync + Lambda menopang migrasi & otomasi.

Alur migrasi & cutover

Memindahkan jutaan objek bukan operasi sekali klik. Inilah tahapan khas yang dibahas, dirancang agar aman dan minim downtime:

  1. Inventaris & batching. Petakan semua aset di EFS, lalu pecah jadi kumpulan (batch) agar perpindahan terukur dan bisa diulang bila gagal.
  2. Salin awal (bulk). DataSync menyalin sebagian besar berkas ke S3 sambil memverifikasi checksum untuk menjaga integritas.
  3. Refactor kode. Ubah aplikasi dari membaca path file menjadi membaca URL objek — biasanya di balik feature flag agar bisa dinyalakan bertahap.
  4. Sinkron susulan (delta). Salin berkas yang berubah sejak salinan awal, sehingga S3 sama persis dengan EFS.
  5. Cutover. Alihkan lalu lintas baca ke S3/CloudFront (via flag). Bila ada masalah, bisa cepat dikembalikan (rollback).
  6. Verifikasi & pensiun. Pastikan semua objek terjangkau lewat CDN, pantau error, lalu pensiunkan EFS untuk menghentikan biaya.
InventarisSalin bulkRefactorDeltaCutover
Alur migrasi: inventaris & batching → salin bulk → refactor kode → sinkron delta → cutover → verifikasi.
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di Indonesia — dimulai dari kisah pembicara sendiri.

Contoh Penerapan · Edutech

SEVIMA — materi kuliah & berkas mahasiswa

Platform kampus milik SEVIMA menyimpan jutaan berkas: PDF materi, tugas mahasiswa, foto, hingga dokumen akreditasi. Menaruhnya di EFS membuat biaya membengkak seiring pertumbuhan kampus. Dengan pindah ke S3, biaya penyimpanan turun tajam dan kapasitas tak lagi jadi kekhawatiran; CloudFront membuat unduhan materi terasa instan bagi mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Bagian tersulit: me-refactor ratusan titik di kode yang tadinya menunjuk path file, kini menunjuk URL objek — dijalankan bertahap via feature flag.

Contoh Penerapan · Media

Portal berita & streaming — gambar dan video

Sebuah media daring menyimpan jutaan gambar artikel dan potongan video. Trafik melonjak tiap ada berita viral. Dengan aset di S3 dan CloudFront di depannya, lonjakan pembaca dilayani dari edge terdekat tanpa membebani server asal, biaya egress lebih efisien, dan halaman termuat lebih cepat — yang langsung berdampak pada retensi pembaca.

Contoh Penerapan · Dokumen Enterprise

Arsip dokumen perusahaan & kepatuhan

Sebuah perusahaan besar memindahkan arsip dokumen legal dan invoice dari file system ke S3. Selain hemat, mereka memanfaatkan kelas penyimpanan berjenjang untuk arsip lama, versioning untuk jejak audit, dan akses terkontrol lewat URL bertanda tangan (signed URL) di CloudFront — sehingga dokumen sensitif hanya bisa diakses pihak berwenang untuk durasi terbatas.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

DEV205 · Slide 1

Masalahnya: aset statis di tempat yang mahal

Jutaan file di EFS itu boros. Aset yang jarang berubah tapi sering dibaca lebih tepat di object storage.

1 / 6
DEV205 · Slide 2

File vs Object

EFS = folder & path POSIX. S3 = objek diambil lewat URL. Skala besar, daya tahan tinggi, biaya rendah.

2 / 6
DEV205 · Slide 3

Kenapa pindah

  • Biaya S3 jauh lebih murah untuk aset statis
  • Daya tahan 11 sembilan & skala ~tak terbatas
  • CloudFront mempercepat akses global
3 / 6
DEV205 · Slide 4

Tantangan sebenarnya

Jutaan objek → butuh batching & integritas. Dan kode aplikasi harus di-refactor dari path file ke URL objek.

4 / 6
DEV205 · Slide 5

Alur migrasi

Inventaris → salin bulk (DataSync) → refactor → sinkron delta → cutover → verifikasi & pensiunkan EFS.

5 / 6
DEV205 · Slide 6

Bawa pulang

Rencanakan cutover minim downtime dengan feature flag & rollback. Hemat biaya, tambah skala, percepat pengguna.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026 (6 Agustus 2026, The Ritz-Carlton Jakarta), dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun SEVIMA; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 buku — satu buku untuk tiap sesi.