AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Hemat Besar, SLA Tetap Tinggi

Meracik EC2 Spot Instances dan Auto Scaling untuk menekan biaya hingga ~90% tanpa mengorbankan ketersediaan 99,95%.
Kode DEV206Level 200 · MenengahTrack Biaya & Ketahanan
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari Seri 61 Sesi
Track · Biaya & Ketahanan

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

DEV20612:05 WIBFloor 4, Ballroom 1B Level 200 · MenengahBahasa IndonesiaPembicara: Qiscus

Sesi ini menjawab pertanyaan yang menghantui hampir setiap tim engineering: "bagaimana caranya memangkas tagihan cloud secara drastis tanpa membuat layanan jadi sering down?" Jawabannya berpusat pada dua pilar Amazon EC2: Spot Instances (kapasitas komputasi cadangan yang dijual sangat murah — bisa hemat hingga ~90% dibanding harga On-Demand) dan Auto Scaling (penyesuaian jumlah server secara otomatis mengikuti beban). Dipadukan dengan benar, keduanya dapat menopang SLA 99,95% sekaligus menekan biaya besar-besaran.

Kabar "hemat 90%" selalu ada tangkapannya: kapasitas Spot bisa diinterupsi (diambil kembali oleh AWS) kapan pun dengan peringatan hanya 2 menit. Kunci sesi ini adalah bagaimana mendesain sistem agar interupsi itu tidak pernah terasa oleh pengguna: diversifikasi tipe instance dan Availability Zone, mixed instances policy, strategi alokasi capacity-optimized, serta penanganan sinyal interupsi yang rapi. Semua dibawakan dengan pengalaman nyata Qiscus, penyedia SaaS chat/komunikasi real-time yang trafiknya berfluktuasi tajam.

Kenapa penting untuk Anda? Jika beban kerja Anda bersifat elastis — API yang naik-turun, batch processing, atau training model — Anda mungkin sedang membayar 5–10× lebih mahal dari yang diperlukan. Sesi ini adalah peta jalan menuju arsitektur yang murah dan tangguh.
Konteks Nyata · Qiscus

Qiscus adalah platform komunikasi omnichannel dan chat SaaS asal Indonesia (berdiri 2013, beroperasi di Indonesia & Singapura) yang telah dipakai 2.000+ bisnis. Produk intinya menyatukan WhatsApp Business API dan 20+ kanal digital (Instagram, Facebook Messenger, Tokopedia, Shopee, live chat, email) ke dalam satu dasbor, ditambah Chat SDK real-time untuk web & mobile. Karena trafik percakapan berfluktuasi tajam dan menuntut konkurensi tinggi, beban kerja seperti ini adalah kandidat klasik untuk Auto Scaling. Dokumentasi teknis Qiscus yang terpublikasi mengonfirmasi pemakaian AWS: layanan unggah (uploader) Chat SDK memakai Amazon S3 yang dipasangkan dengan CloudFront, dan platform mendukung deployment Cloud/On-Premise/Hybrid.

Sumber: qiscus.com (profil produk & omnichannel), dokumentasi Qiscus Chat SDK (konfigurasi S3 + CloudFront untuk uploader), dan repositori GitHub qiscus (teks). Catatan: tidak ditemukan studi kasus AWS publik yang merinci penggunaan EC2 Spot / Auto Scaling oleh Qiscus; detail arsitektur spesifik sesi bersifat ilustratif kecuali disebutkan.

Konsep Inti

Apa Itu & Bagaimana Bekerjanya

02

Apa itu Spot & Auto Scaling

EC2 Spot Instances adalah kapasitas komputasi yang sedang menganggur di data center AWS, dijual dengan diskon besar. Anda memakai server yang persis sama dengan On-Demand, tetapi dengan satu syarat: jika AWS membutuhkan kembali kapasitas itu, ia akan menariknya — memberi Anda peringatan 2 menit lewat sinyal interruption notice sebelum instance dihentikan. Karena itu Spot cocok untuk beban kerja yang toleran terhadap gangguan atau yang bisa diatur agar toleran.

Auto Scaling Group (ASG) adalah pengelola armada server: ia menjaga jumlah instance sesuai target, mengganti instance yang mati, dan menambah/mengurangi kapasitas mengikuti metrik (mis. penggunaan CPU atau jumlah permintaan). Ketika ASG dikonfigurasi memakai mixed instances policy, satu grup bisa menampung campuran On-Demand (sebagai fondasi yang selalu ada) dan Spot (untuk kapasitas tambahan yang murah), dari berbagai tipe instance dan AZ sekaligus.

Prinsip desainnya sederhana namun kuat: jangan bergantung pada satu keranjang. Semakin beragam tipe instance dan zona yang bisa dipakai armada Anda, semakin kecil kemungkinan seluruh kapasitas Spot ditarik bersamaan.

Strategi & komponen

Berikut komponen dan strategi inti yang dibahas di sesi, dengan fungsi ringkasnya:

EC2 SpotKapasitas cadangan, hemat ~90%
Auto ScalingArmada menyesuaikan beban otomatis
Load BalancerSebar trafik, cek kesehatan target
EKS / ECSOrkestrasi kontainer di atas Spot
CloudWatchMetrik & alarm untuk pemicu scaling
Cost OptimizationTekan biaya, jaga SLA 99,95%
DiversifikasiBanyak tipe instance & AZ
Capacity-OptimizedPilih pool paling stabil

Kunci meraciknya: gunakan On-Demand sebagai baseline untuk kapasitas minimum yang harus selalu ada, lalu tumpuk Spot untuk lonjakan di atasnya. Aktifkan capacity-optimized allocation agar Auto Scaling memilih pool Spot yang paling kecil kemungkinan diinterupsi, dan pastikan diversifikasi mencakup banyak tipe instance dari beberapa AZ. Load Balancer serta health check memastikan trafik hanya mengalir ke instance yang sehat.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat memesan kursi kosong last-minute

Ibaratnya, Spot Instances adalah kursi pesawat kosong yang dijual last-minute. Menjelang keberangkatan, maskapai lebih baik menjual kursi sisa dengan harga sangat miring daripada menerbangkannya kosong. Anda bisa duduk di kelas yang sama, terbang di pesawat yang sama, tetapi bayar jauh lebih murah. Tangkapannya: jika ada penumpang berbayar penuh yang datang, Anda bisa "digeser" — persis seperti interupsi Spot.

Traveler yang cerdas tidak mempertaruhkan perjalanan penting pada satu kursi murah. Ia memesan beberapa cadangan: tiket last-minute di beberapa penerbangan berbeda, ditambah satu tiket reguler yang pasti berangkat sebagai jaminan. Kalau satu penerbangan penuh, ia pindah ke cadangan berikutnya — ia tidak pernah gagal berangkat. Inilah esensi diversifikasi Spot + baseline On-Demand.

TRAVELER = ARSITEKTUR ANDA Penumpang Tiket reguler (On-Demand) Kursi last-minute (Spot #1) Kursi last-minute (Spot #2) pasti murah murah
Analogi: satu tiket reguler yang pasti berangkat (On-Demand) + beberapa kursi last-minute murah (Spot) = hemat tanpa pernah gagal berangkat.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, arsitektur beban kerja hemat-biaya di atas Spot + Auto Scaling terlihat seperti ini: trafik masuk melalui Load Balancer, disebar ke sebuah Auto Scaling Group yang berisi campuran On-Demand (baseline) dan Spot dari beberapa tipe instance & Availability Zone. CloudWatch memantau beban dan memicu penambahan/pengurangan kapasitas, sementara capacity-optimized allocation mengarahkan ASG memilih pool Spot yang paling stabil.

Trafik →LB / ALB AutoScaling Grp On-Demand (baseline) Spot · tipe A / AZ-1 Spot · tipe B / AZ-2 Spot · tipe C / AZ-3 CloudWatchmetrik → scaling Mixed Instances Policy
HLA: LB → Auto Scaling Group (mixed instances) berisi On-Demand baseline + Spot yang terdiversifikasi lintas tipe & AZ, dipandu metrik CloudWatch.

Alur penanganan interupsi Spot

Momen paling krusial adalah ketika AWS memutuskan menarik sebuah Spot Instance. Inilah yang terjadi — dan bagaimana desain yang baik membuatnya nyaris tak terasa:

  1. Peringatan 2 menit. AWS mengirim interruption notice; instance akan dihentikan dalam ~120 detik.
  2. Berhenti terima trafik baru. Instance ditandai draining di Load Balancer sehingga tidak lagi menerima permintaan baru.
  3. Selesaikan yang berjalan. Permintaan yang sedang diproses dituntaskan (graceful drain); simpan state bila perlu.
  4. Auto Scaling menambal. ASG langsung menyalakan kapasitas pengganti dari pool Spot lain atau On-Demand.
  5. Health check lulus. Instance baru bergabung, LB kembali mengalirkan trafik.
  6. Pengguna tak terganggu. Karena kapasitas selalu ada dari sumber yang beragam, SLA 99,95% tetap terjaga.
Notice 2mntDrainingGracefulASG isiSLA aman
Alur interupsi: peringatan 2 menit → draining → selesaikan proses → Auto Scaling menambal → SLA terjaga.
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas dan relevan.

Contoh Penerapan · SaaS Real-Time

Platform chat & komunikasi (pengalaman Qiscus)

Layanan chat menghadapi trafik yang naik-turun tajam — melonjak saat jam sibuk, promo, atau siaran langsung. Dengan baseline On-Demand menopang trafik minimum dan Spot menyerap lonjakan, biaya komputasi turun signifikan. Diversifikasi lintas tipe instance & AZ ditambah capacity-optimized allocation membuat interupsi Spot tertangani mulus lewat graceful drain — pengguna tetap mengobrol tanpa gangguan, dan SLA 99,95% terjaga. Ini pola yang dijalani Qiscus di produksi.

Contoh Penerapan · Batch & ML Training

Pekerjaan besar yang murah

Tim data menjalankan pipeline batch dan pelatihan model yang berat namun tidak sensitif waktu. Karena pekerjaan bisa di-checkpoint dan dilanjutkan, ia sangat cocok untuk Spot 100%. Bila sebuah instance ditarik, job melanjutkan dari titik simpan terakhir di instance pengganti. Hasilnya: komputasi masif dengan biaya yang bisa ~90% lebih murah — ideal untuk eksperimen model yang biasanya mahal.

Contoh Penerapan · Web Scale Musiman

Menyambut lonjakan traffic musiman

Situs e-commerce atau media menghadapi lonjakan besar saat flash sale, Harbolnas, atau berita viral. Auto Scaling dengan mixed instances policy menambah kapasitas Spot secara cepat saat trafik meledak, lalu menyusutkannya kembali saat sepi — sehingga perusahaan hanya membayar kapasitas puncak selama benar-benar dibutuhkan. Baseline On-Demand menjaga situs tetap online bahkan bila pasar Spot ketat.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

DEV206 · Slide 1

Masalahnya: mahal atau rapuh?

Tagihan cloud membengkak, tapi memangkasnya asal-asalan bikin layanan sering down. Tujuannya: murah dan tangguh.

1 / 6
DEV206 · Slide 2

Spot = hemat hingga ~90%

Kapasitas cadangan AWS dijual sangat murah. Tangkapannya: bisa diinterupsi dengan peringatan 2 menit.

2 / 6
DEV206 · Slide 3

Resepnya: diversifikasi

  • Banyak tipe instance & AZ
  • Mixed instances policy
  • Capacity-optimized allocation
3 / 6
DEV206 · Slide 4

On-Demand + Spot

Baseline On-Demand yang selalu ada + Spot untuk menyerap lonjakan. Analogi: tiket reguler + kursi last-minute murah.

4 / 6
DEV206 · Slide 5

Interupsi ditangani mulus

Notice 2 menit → draining → graceful drain → Auto Scaling menambal → SLA 99,95% tetap terjaga.

5 / 6
DEV206 · Slide 6

Bawa pulang

Mulai dari beban toleran-gangguan (batch/ML), lalu rambah beban produksi dengan baseline On-Demand yang aman.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun Qiscus; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.