AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Membangun Software dengan Agentic AI

Ketika agen koding AI tak hanya melengkapi kode, tapi membangun fitur end-to-end — dan peran developer bergeser dari tukang menjadi arsitek.
Kode DVT201Level 200 · MenengahTrack Developer & Agentic AI
Edisi Pertama · 2026 · Seri 61 Sesi
Track · Developer & Agentic AI

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

DVT20115:00 WIBFloor 4, Ballroom 3A Level 200 · MenengahBahasa IndonesiaPembicara: PT Karya Jaya Solusi (POSe) & AWS

Sesi ini membahas bagaimana agentic AI mengubah cara kita membangun perangkat lunak. Selama bertahun-tahun, alat bantu koding hanya "melengkapi kalimat" — menyarankan baris berikutnya sambil kita mengetik. Yang baru di 2026: agen koding AI (misalnya Kiro dan Amazon Q Developer) yang mampu membangun fitur utuh dari sebuah deskripsi — merencanakan, menulis kode, menjalankan uji, membaca hasil, lalu memperbaiki sendiri — dan bisa mengerjakan beberapa tugas secara paralel.

Perusahaan pembicara, PT Karya Jaya Solusi dengan produk POSe (sistem point-of-sale untuk ritel), berbagi pengalaman nyata: bagaimana pergeseran ini mempercepat pengiriman fitur, mengubah peran developer, dan apa saja praktik menjaga kualitas agar kecepatan tidak berujung pada kekacauan. Intinya bukan "AI menggantikan developer", melainkan "developer naik kelas" — dari mengetik tiap baris menjadi mengarahkan dan meninjau kerja agen.

Kenapa penting untuk Anda? Jika tim Anda ingin merilis fitur lebih cepat tanpa menambah orang, sesi ini menunjukkan pola kerja baru — beserta rambu-rambunya (review, uji otomatis, guardrails) agar tetap aman.
Konteks Nyata · PT Karya Jaya Solusi (POSe)

POSe (pose.co.id) adalah aplikasi kasir digital / point-of-sale berbasis cloud untuk pelaku usaha di Indonesia — terutama UMKM, F&B, ritel, dan penyelenggara acara. Fiturnya mencakup pencatatan transaksi, penerimaan pembayaran digital via QRIS, pemantauan laporan penjualan secara real-time, manajemen inventori, dashboard multi-cabang, QR order, manajemen meja/reservasi, program loyalitas, hingga integrasi perangkat EDC. Aplikasinya tersedia di Google Play dan bisa dicoba gratis lewat pose.co.id, dengan paket berlangganan terjangkau (dipasarkan mulai sekitar Rp30.000/bulan). Profil produk ini konsisten dengan tema sesi: tim yang rutin menambah fitur kasir/inventori spesifik atas permintaan pedagang — persis jenis pekerjaan yang cocok dipercepat dengan agen koding.

Catatan verifikasi: hingga penyusunan buku ini, tidak ditemukan dokumentasi publik yang merinci penggunaan AWS atau arsitektur agentic AI spesifik oleh penyedia POSe, sehingga bagian teknis di sesi ini diperlakukan sebagai ilustrasi. Perlu dicatat pula bahwa direktori aplikasi (Google Play) mencantumkan pengembang POSe dengan nama badan usaha yang dapat berbeda dari yang tertera di sesi; nama korporat resmi sebaiknya dikonfirmasi langsung ke penyelenggara.

Sumber: situs resmi pose.co.id dan halaman aplikasi POSe di Google Play Store (teks). Detail arsitektur spesifik sesi ilustratif kecuali disebutkan.

Konsep Inti

Apa Itu & Bagaimana Bekerjanya

02

Apa itu agentic AI koding

Bayangkan sebuah spektrum. Di ujung lama, ada autocomplete: AI menebak beberapa kata/baris berikutnya, Anda tetap mengetik hampir semuanya. Di ujung baru, ada agen koding: Anda menuliskan apa yang diinginkan ("tambahkan fitur diskon per kategori di halaman kasir, lengkap dengan uji"), dan agen mengurus bagaimana-nya secara mandiri.

Yang membedakan "agen" dari sekadar "chatbot yang menghasilkan kode" adalah kemampuan bertindak dalam sebuah lingkaran (loop): merencanakan langkah, menjalankan (menulis file, memanggil perintah, menjalankan uji), mengamati hasilnya (apakah uji lulus? apakah ada error?), lalu memperbaiki — berulang sampai tugas beres. Karena itulah ia bisa membangun fitur end-to-end, bukan hanya potongan kode.

Prinsip pentingnya: agen bekerja paling baik ketika diberi konteks yang jelas (spesifikasi, contoh, batasan) dan pagar pengaman (uji otomatis, review, izin terbatas). Developer tetap memegang kemudi; agen menjadi tenaga yang dilipatgandakan.

Alat & layanan

Berikut elemen yang dibahas di sesi, dengan fungsi ringkasnya:

Amazon BedrockModel fondasi yang menggerakkan agen
KiroIDE ber-agen: fitur dari spesifikasi
Amazon Q DeveloperAsisten koding agen di IDE & CLI
AgentLoop rencana → kode → uji → perbaiki
CI/CDUji & rilis otomatis tiap perubahan
ObservabilityPantau kualitas & perilaku di produksi
GuardrailsReview, izin, & batas aman agen

Semua elemen ini saling melengkapi. Bedrock menyediakan "otak"; Kiro dan Amazon Q Developer adalah "kokpit" tempat developer mengarahkan agen; CI/CD dan Observability memastikan hasil kerja agen benar-benar aman dilepas ke pengguna; Guardrails menjaga agar agen tak melangkah terlalu jauh.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat arsitek & tim tukang

Ibaratnya, selama ini Anda adalah tukang yang memasang tiap batu bata sendiri. Sekarang, Anda punya tim developer AI yang bekerja serentak. Peran Anda naik menjadi arsitek sekaligus mandor: Anda menggambar rencana, membagi tugas, meninjau hasil, dan menyetujui — bukan lagi mengangkat tiap batu bata dengan tangan sendiri.

Bangunan tetap milik Anda, tanggung jawab tetap di tangan Anda. Yang berubah: Anda tak lagi kelelahan mengangkat tiap bata, sehingga bisa fokus pada desain yang lebih baik dan menyelesaikan gedung jauh lebih cepat.

PROYEK (Pengembangan Software) Anda (Arsitek/Mandor) Blueprint Tukang (Agen) Uji (CI/CD)Review AndaRilis
Analogi: Anda jadi arsitek/mandor yang mengarahkan tim tukang AI (agen) yang bekerja paralel — lalu meninjau & menyetujui.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, alur kerja pengembangan ber-agen terlihat seperti ini: developer menuliskan spesifikasi di IDE ber-agen (Kiro / Amazon Q Developer); agen di dalamnya bernalar memakai model di Amazon Bedrock, lalu bekerja pada repositori kode (menulis file, menjalankan uji). Hasilnya masuk lewat review developer dan CI/CD sebelum dirilis, dengan Observability memantau perilaku di produksi.

Developer(spesifikasi) IDE ber-agenKiro / Q Developer Bedrock (Model) Repositori Kode+ uji otomatis Review developer CI/CD → Rilis Observability
HLA: developer (spesifikasi) → IDE ber-agen (agen + model Bedrock) → repositori kode, disaring review & CI/CD, dipantau Observability.

Alur kerja agen koding

Ketika seorang developer meminta "tambahkan fitur laporan penjualan harian di POSe", inilah yang terjadi di balik layar:

  1. Rencana. Agen membaca spesifikasi & kode yang ada, lalu menyusun rencana langkah (file mana yang dibuat/diubah, uji apa yang diperlukan).
  2. Kode. Agen menulis kode fitur dan kode ujinya sekaligus.
  3. Uji. Agen menjalankan uji; membaca error atau kegagalan yang muncul.
  4. Perbaiki. Agen memperbaiki sendiri hingga uji lulus — mengulang langkah 2–3 bila perlu.
  5. Review. Developer meninjau perubahan (diff), menyetujui atau meminta revisi.
  6. Rilis. Setelah lolos CI/CD, fitur dirilis; Observability memantau perilakunya di tangan pengguna nyata.
RencanaKodeUjiPerbaikiReview loop perbaikan otomatis
Alur agen koding: rencana → kode → uji → perbaiki (berulang otomatis) → review developer → rilis.
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di Indonesia.

Contoh Penerapan · Software House

Percepat pengiriman ke banyak klien

Sebuah software house mengerjakan puluhan proyek klien sekaligus. Dengan agen koding, tim membiarkan agen membangun modul-modul standar (autentikasi, CRUD, integrasi pembayaran) dari spesifikasi, lengkap dengan uji. Developer senior fokus pada arsitektur dan review. Hasilnya: waktu dari brief ke demo yang biasanya berminggu-minggu bisa dipangkas signifikan, tanpa menambah headcount — sementara CI/CD menjaga tiap rilis tetap stabil.

Contoh Penerapan · Ritel / POS Tech

POSe — fitur kasir & inventori kilat

Inilah pengalaman pembicara. Tim POSe kerap diminta pedagang menambah fitur spesifik: diskon per kategori, laporan penjualan harian, atau sinkronisasi stok multi-cabang. Dengan agen koding, permintaan seperti ini dibangun end-to-end dari deskripsi — kode, uji, hingga perbaikan otomatis — lalu ditinjau developer sebelum rilis. Fitur yang dulu antre berminggu-minggu kini bisa sampai ke tangan pemilik toko jauh lebih cepat, dengan biaya pengembangan yang lebih efisien.

Contoh Penerapan · Startup

MVP kilat untuk validasi ide

Startup tahap awal perlu menguji ide ke pasar secepat mungkin. Dengan agen koding, satu-dua founder teknis bisa merakit Minimum Viable Product — landing, autentikasi, alur utama — dalam hitungan hari, bukan bulan. Guardrails dan review menjaga agar kecepatan tidak mengorbankan keamanan dasar. Ketika ide terbukti, kode itu jadi fondasi; bila tidak, kerugian waktu & biaya minimal.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

DVT201 · Slide 1

Dari autocomplete ke agen

Bukan lagi sekadar melengkapi baris kode. Agen membangun fitur end-to-end dari deskripsi — dan bisa bekerja paralel.

1 / 6
DVT201 · Slide 2

Loop kerja agen

Rencana → kode → uji → perbaiki, berulang otomatis sampai tugas beres.

2 / 6
DVT201 · Slide 3

Alat utamanya

  • Amazon Bedrock (model)
  • Kiro & Amazon Q Developer (kokpit)
  • CI/CD, Observability, Guardrails
3 / 6
DVT201 · Slide 4

Peran developer bergeser

Dari tukang yang memasang tiap bata, menjadi arsitek/mandor yang mengarahkan & menyetujui.

4 / 6
DVT201 · Slide 5

Kualitas tetap dijaga

Review manusia, uji otomatis, dan guardrails membuat kecepatan tak berujung kekacauan.

5 / 6
DVT201 · Slide 6

Pengalaman POSe

Fitur kasir/inventori dibangun jauh lebih cepat & efisien — dari brief pedagang ke rilis.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Ini bukan materi resmi AWS maupun PT Karya Jaya Solusi (POSe); seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.