AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Dari Legacy ke Keunggulan Kompetitif

Migrasi & modernisasi ke AWS — cara meninggalkan sistem warisan tanpa menghentikan bisnis.
Kode MAM101Level 100 · DasarTrack Migrasi & Modernisasi
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari seri 61 sesi
Track · Migrasi & Modernisasi

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

MAM10111:30 WIBFloor 4, Ballroom 1C Level 100 · DasarBahasa IndonesiaPembicara: PT Bank Hibank Indonesia & AWS

Sesi ini menceritakan sebuah perjalanan: dari sistem legacy (warisan) yang membebani, menuju keunggulan kompetitif lewat migrasi dan modernisasi ke AWS. Banyak perusahaan di Indonesia masih menjalankan aplikasi inti di sistem lama — server di ruangan sendiri, perangkat lunak yang sudah tua, kode yang sulit diubah. Sistem ini masih "hidup", tetapi diam-diam menghambat: biayanya besar, sulit berinovasi cepat, dan sulit menaikkan kapasitas saat permintaan melonjak.

Yang membuat sesi ini menarik, ceritanya dibawakan bersama PT Bank Hibank Indonesia — sebuah bank digital — yang berbagi pengalaman nyata bergerak menuju infrastruktur yang lebih lincah. Level sesi adalah 100 (Dasar), jadi fokusnya bukan detail teknis mendalam, melainkan kerangka berpikir: kenapa harus pindah, strategi apa yang tersedia, dan bagaimana melakukannya secara bertahap tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.

Kenapa penting untuk Anda? Jika organisasi Anda merasa "sistemnya masih jalan kok, buat apa repot pindah?", sesi ini menunjukkan biaya tersembunyi dari bertahan di legacy — dan peta jalan yang aman untuk pindah selangkah demi selangkah.
Konteks Nyata · Bank Hibank

PT Bank Hibank Indonesia adalah bank digital yang fokus melayani UMKM. Bermula sebagai Bank Mayora (berdiri 1993), bank ini diakuisisi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada 2022 dan berganti nama menjadi hibank pada 2023, memposisikan diri sebagai bank digital "MSME-first" dan orkestrator UMKM. Terkait AWS, hibank memigrasikan infrastruktur Swift Alliance Cloud untuk pembayaran lintas negara (cross-border payment) dari sistem on-premises ke AWS — menjadikannya salah satu bank pertama di ASEAN yang memakai Swift Alliance Cloud di AWS. Implementasi berlangsung ~1,5 bulan dengan hasil terverifikasi: 50% penurunan total cost of ownership (TCO), ketersediaan (availability) hingga 99,99%, dan 66% lebih cepat time-to-market. Layanan AWS yang dipakai antara lain Amazon EC2, AWS Transit Gateway, dan virtual firewall (vSRX via AWS Marketplace); hibank juga berencana membangun data lake untuk analitik dan AI.

Sumber: AWS Solutions — "hibank migration case study" (aws.amazon.com/solutions/case-studies/hibank-migration-case-study); profil dari BNI (bni.co.id) & Kontan. Detail arsitektur spesifik sesi ilustratif kecuali disebutkan.

Konsep Inti

Kenapa Pindah & Bagaimana Caranya

02

Kenapa legacy menghambat

Sistem legacy jarang membuat "kecelakaan" besar dalam semalam. Ia menghambat pelan-pelan, lewat tiga jalur:

Modernisasi ke cloud membalik ketiganya: Anda hanya membayar yang dipakai, merilis fitur dalam hitungan hari, dan menaikkan kapasitas otomatis saat dibutuhkan. Itulah yang mengubah teknologi dari sekadar "biaya operasional" menjadi keunggulan kompetitif.

Strategi migrasi "7R"

Tidak semua aplikasi harus diperlakukan sama. AWS memakai kerangka 7R untuk memilih strategi yang tepat per aplikasi — dari yang paling ringan sampai yang paling mendalam:

RetirePensiunkan yang tak terpakai
RetainTahan dulu di tempat lama
RehostLift-and-shift apa adanya
RelocatePindah lokasi, wadah sama
RepurchaseGanti ke layanan SaaS
ReplatformSedikit dioptimalkan
RefactorRombak jadi cloud-native

Contoh sederhana: aplikasi lama yang jarang dipakai bisa di-Retire; server web biasa cukup di-Rehost (angkat-pindah); sistem email atau HR bisa di-Repurchase menjadi layanan siap pakai; sedangkan aplikasi inti yang menentukan daya saing layak di-Refactor agar benar-benar memanfaatkan cloud. Intinya: satu strategi tidak cocok untuk semua — pilih per aplikasi sesuai nilai dan risikonya.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat merenovasi rumah tua

Ibaratnya, migrasi & modernisasi seperti merenovasi rumah tua menjadi rumah modern secara bertahap. Anda tidak perlu merobohkan seluruh rumah sekaligus lalu tinggal di tenda selama setahun. Renovasi dilakukan ruang demi ruang, dan penghuni tetap bisa tinggal selama prosesnya. Itulah kunci modernisasi yang aman: bisnis tetap berjalan sementara sistem diperbarui di belakang.

Rumah tua (Legacy) Renovasi bertahap Rumah modern (Cloud)
Analogi: legacy sebagai rumah tua, dimodernisasi ruang demi ruang menjadi rumah modern — penghuni tetap tinggal.
Arsitektur

High-Level Architecture & Tahapan

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, sebuah aplikasi legacy di pusat data lama dipindahkan ke AWS, lalu dimodernisasi. AWS Migration Hub menjadi papan kendali yang memantau seluruh perjalanan; Application Migration Service memindahkan server; Database Migration memindahkan data; dan setelah tiba di cloud, aplikasi bisa dimodernisasi menjadi Container/Serverless, dengan Observability memantau kesehatannya — dipercepat oleh AWS Transform (AI).

Pusat data(Legacy) AWS Migration Hub AWS Cloud(App migrasi) Container / Serverless Database (DMS) AWS Transform (AI) Observability (pantau kesehatan sistem)
HLA: pusat data legacy → dipindah & dipantau lewat Migration Hub → di AWS dimodernisasi jadi container/serverless, database via DMS, dipercepat AWS Transform.

Tahapan perjalanan migrasi

AWS membagi perjalanan menjadi tiga tahap besar yang berurutan — dari memahami, menyiapkan, sampai benar-benar pindah dan memodernkan:

  1. Assess (Menilai). Petakan aplikasi yang ada: mana yang penting, mana yang bisa dipensiunkan, berapa biaya sekarang, dan strategi 7R apa yang cocok untuk masing-masing. Bangun kesiapan bisnis dan hitung perkiraan biaya.
  2. Mobilize (Menyiapkan). Bereskan fondasi: keamanan, jaringan, tata kelola, dan keterampilan tim. Buat "landing zone" yang aman dan jalankan beberapa migrasi percontohan untuk belajar.
  3. Migrate & Modernize (Pindah & Modernkan). Jalankan migrasi dalam skala penuh mengikuti rencana. Setelah aplikasi berada di cloud, modernkan bertahap (mis. jadi container/serverless) untuk memanen manfaat biaya, kecepatan, dan skala.
AssessMobilizeMigrate & Modernize
Tiga tahap: Assess (menilai) → Mobilize (menyiapkan) → Migrate & Modernize (pindah & modernkan).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di Indonesia.

Contoh Penerapan · Bank Digital

PT Bank Hibank Indonesia — layanan yang lincah

Sebagai bank digital, kecepatan merilis fitur adalah pembeda utama. Dengan memodernkan aplikasi ke arah container/serverless, tim dapat merilis pembaruan lebih sering dan menaikkan kapasitas otomatis saat transaksi melonjak (mis. gajian atau promo). Observability memastikan setiap layanan tetap sehat, sementara fondasi keamanan cloud membantu memenuhi tuntutan tata kelola perbankan. Hasilnya: pengalaman nasabah yang lebih mulus dan siklus inovasi yang jauh lebih cepat.

Contoh Penerapan · Enterprise

Perusahaan besar dengan aplikasi warisan

Sebuah perusahaan manufaktur/ritel memiliki puluhan aplikasi lama yang saling terkait. Alih-alih merombak semua sekaligus, mereka memulai dari fase Assess untuk memetakan mana yang bisa Retire, mana yang cukup Rehost, dan mana yang bernilai tinggi sehingga layak Refactor. AWS Transform mempercepat analisis dan konversi kode yang biasanya makan waktu berbulan-bulan, sehingga migrasi bergerak lebih cepat dengan risiko terukur.

Contoh Penerapan · Sektor Publik

Modernisasi layanan publik

Sebuah instansi pemerintah ingin layanan daring yang tidak mudah tumbang saat dipakai jutaan warga (mis. pendaftaran atau musim pelaporan). Dengan memindahkan sistem ke cloud dan memodernkannya agar bisa menaikkan skala otomatis, layanan tetap responsif di puncak beban. Database Migration memindahkan data warga dengan aman, dan pemantauan menyeluruh menjaga keandalan serta transparansi layanan.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

MAM101 · Slide 1

Legacy diam-diam menghambat

Sistem lama masih jalan, tetapi mahal, lambat berinovasi, dan sulit dinaikkan skalanya saat permintaan melonjak.

1 / 6
MAM101 · Slide 2

Migrasi + modernisasi = daya saing

Pindah ke AWS mengubah teknologi dari beban biaya menjadi keunggulan kompetitif: hemat, cepat, elastis.

2 / 6
MAM101 · Slide 3

Strategi 7R

  • Retire, Retain, Rehost
  • Relocate, Repurchase, Replatform
  • Refactor
3 / 6
MAM101 · Slide 4

Analogi rumah tua

Renovasi bertahap, ruang demi ruang — penghuni tetap tinggal, bisnis tetap jalan.

4 / 6
MAM101 · Slide 5

Tiga tahap

Assess (menilai) → Mobilize (menyiapkan) → Migrate & Modernize; AI (AWS Transform) mempercepat.

5 / 6
MAM101 · Slide 6

Bawa pulang

Mulai kecil, pilih strategi per aplikasi, dan modernkan yang bernilai tinggi untuk hasil bisnis nyata.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun PT Bank Hibank Indonesia; seluruh nama produk, merek, dan perusahaan adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.