AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Telkomsel Bella

Agentic AI internal yang menjaga best practice pengembangan perangkat lunak di skala ratusan engineer.
Kode MAM204Level 200 · MenengahTrack Agentic AI · Enterprise
Bagian dari seri 61 sesi · AWS Summit Jakarta 2026
Track · Agentic AI & Enterprise

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

MAM20411:30 WIBFloor 4, Ballroom 3A Level 200 · MenengahBahasa IndonesiaPembicara: Telkomsel, AWS

Sesi ini menghadirkan "Bella" — asisten agentic AI internal yang dibangun Telkomsel, operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, untuk membantu tim engineering-nya membangun perangkat lunak sesuai best practice. Bella bukan sekadar chatbot yang menjawab pertanyaan; ia adalah agen yang memahami standar dan konteks perusahaan, lalu bertindak untuk membantu proses pengembangan — mulai dari menjawab "bagaimana standar kami untuk hal X?", meninjau kode terhadap pedoman, hingga menyarankan pola arsitektur yang sudah disetujui.

Pertanyaan yang dijawab sesi ini bukan "model mana yang paling pintar", melainkan: "bagaimana menjaga kualitas dan konsistensi rekayasa ketika sebuah organisasi punya ratusan engineer, puluhan tim, dan standar yang tersebar di banyak dokumen?" Bella adalah jawaban Telkomsel atas pertanyaan itu — sebuah agen yang menyerap pengetahuan internal perusahaan dan menjadikannya bantuan yang selalu tersedia bagi setiap engineer.

Kenapa penting untuk Anda? Jika organisasi Anda kesulitan menjaga standar tetap seragam ketika tim bertumbuh cepat — onboarding lama, kualitas naik-turun, pengetahuan menumpuk di segelintir senior — sesi ini menunjukkan pola konkret untuk mengubah standar menjadi asisten yang hidup.
Konteks Nyata · Telkomsel

Telkomsel adalah operator seluler terbesar di Indonesia. Per akhir September 2025 ia melayani sekitar 157,6 juta pelanggan (pangsa pasar ~45,7%), didukung lebih dari 271.000 base transceiver station yang menjalankan jaringan 2G hingga 5G — skala yang menjelaskan mengapa menjaga konsistensi rekayasa lintas ratusan engineer menjadi tantangan nyata. Telkomsel adalah pengguna aktif AWS: contoh yang sudah dipublikasikan adalah CELYNA, sistem analisis insiden berbasis Amazon Bedrock dan model Amazon Nova Pro yang memangkas identifikasi akar masalah dari lebih dari 1 jam menjadi 1 menit atau kurang (hingga 83% resolusi lebih cepat). "Bella" dipresentasikan pada sesi MAM204 AWS Summit Jakarta 2026, namun detail internalnya belum dipublikasikan luas di kanal publik AWS/Telkomsel per penulisan ini.

Sumber: AWS — "Telkomsel Case Study" (aws.amazon.com/solutions/case-studies/telkomsel-case-study); data pelanggan & pangsa pasar Semester I / September 2025 (Selular.ID, Databoks Katadata). Angka bersifat perkiraan pada tanggal tersebut. Detail "Bella" di luar yang dipublikasikan bersifat ilustratif.

Konsep Inti

Masalahnya & Bagaimana Bella Bekerja

02

Masalah best practice di skala besar

Di organisasi engineering besar seperti Telkomsel, menjaga best practice adalah tantangan nyata. Ada banyak tim dan repositori yang bergerak paralel. Standar arsitektur, konvensi coding, dan aturan keamanan tersebar di banyak dokumen — wiki, PDF, halaman Confluence, pesan chat lama — sehingga sulit ditemukan saat dibutuhkan. Engineer baru butuh waktu lama untuk onboarding karena harus mempelajari konteks yang tidak tertulis rapi. Akibatnya, kualitas jadi tak konsisten: keputusan yang benar di satu tim bisa terlupakan di tim lain, dan pengetahuan kritis menumpuk di kepala segelintir senior yang selalu sibuk.

Inilah celah yang diisi Bella. Alih-alih berharap setiap engineer membaca semua dokumen, standar itu diubah menjadi agen yang bisa ditanya dan bertindak.

Apa itu Bella — dan bagaimana ia bekerja

Bella adalah agen berbasis model bahasa besar (LLM) yang berjalan di atas layanan AWS — inti nalar dan orkestrasinya memanfaatkan Amazon Bedrock beserta AgentCore, dan dapat dipadukan dengan Amazon Q Developer untuk konteks pengembangan. Kunci kecerdasannya bukan sekadar model, melainkan basis pengetahuan (knowledge base): Bella menyerap dokumentasi dan standar internal Telkomsel — pedoman arsitektur, konvensi kode, kebijakan keamanan, catatan keputusan — lalu menggunakannya lewat pola RAG (Retrieval-Augmented Generation). Artinya, setiap jawaban Bella berpijak pada dokumen resmi perusahaan, bukan tebakan umum.

Dengan fondasi itu, sebagai agen Bella bisa: menjawab pertanyaan seperti "bagaimana standar kami untuk penamaan API?"; meninjau kode terhadap pedoman internal dan menandai penyimpangan; menyarankan pola dan arsitektur yang sudah disetujui perusahaan; serta membantu review dan mempercepat onboarding engineer baru. Bedanya dengan chatbot biasa: Bella memahami konteks lalu mengambil langkah — memanggil alat, membaca repositori, memeriksa dokumen — bukan hanya membalas teks.

Layanan pendukung Bella

Berikut layanan dan kapabilitas yang menopang Bella, dengan fungsi ringkasnya:

Amazon BedrockModel fondasi untuk nalar Bella
AgentCoreRuntime & orkestrasi agen
Amazon Q DeveloperKonteks & bantuan koding
Knowledge Base / RAGSerap standar & dokumen internal
Identity / KeamananIzin akses & data internal terjaga
ObservabilityJejak jawaban & audit
CI/CDIntegrasi ke alur build & review

Ketujuh elemen ini berpadu. Misalnya, saat seorang engineer membuka pull request, Bella dapat berjalan di AgentCore, memakai RAG untuk menarik pedoman coding yang relevan, dibantu Amazon Q Developer memahami perubahan kode, dengan Identity memastikan ia hanya mengakses repositori yang berhak, lalu menautkan komentarnya ke pipeline CI/CD — sementara Observability menyimpan jejak agar tiap saran bisa ditelusuri.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat mentor senior yang siaga 24/7

Ibaratnya, Bella adalah mentor senior yang selalu siaga 24 jam. Bayangkan setiap engineer — terutama yang baru atau masih junior — punya seorang rekan senior yang hafal seluruh standar dan sejarah keputusan perusahaan: kenapa arsitektur A dipilih, aturan keamanan mana yang wajib, pola mana yang sudah pernah gagal. Rekan senior seperti itu biasanya sangat sibuk dan hanya ada satu-dua orang. Dengan Bella, engineer bisa bertanya kapan saja tanpa harus mengganggu senior sungguhan, dan tetap mendapat jawaban yang berpijak pada standar resmi.

TIM ENGINEERING Engineer baru "Bagaimana standar kami?" Bella (mentor 24/7) StandarKodeSejarah
Analogi: Bella sebagai mentor senior yang hafal seluruh standar & sejarah, siap ditanya kapan saja tanpa mengganggu senior sungguhan.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, Bella bekerja seperti ini: engineer bertanya lewat antarmuka (IDE, chat, atau pull request), permintaan masuk ke AgentCore Runtime tempat Bella bernalar memakai model di Amazon Bedrock. Untuk menjawab akurat, Bella menarik potongan pengetahuan dari Knowledge Base (RAG) yang berisi standar internal Telkomsel, sesuai kebutuhan memakai Amazon Q Developer untuk konteks kode, dengan Identity menjaga izin akses — sementara Observability merekam setiap langkah untuk audit.

Engineer(IDE / PR) Bella (AgentCoreRuntime + Agent) Bedrock (Model) Knowledge Base (RAG) Amazon Q Developer Identity Repo / CI-CD Observability (jejak seluruh jawaban)
HLA: engineer → Bella (AgentCore + model Bedrock) → Knowledge Base/Q Developer/Identity/Repo, dipantau Observability.

Alur kerja satu permintaan

Ketika seorang engineer bertanya "bagaimana standar kami untuk menangani rate limit API?", inilah yang terjadi di balik layar:

  1. Masuk & identitas. Pertanyaan masuk ke Runtime; Identity memastikan engineer berhak mengakses standar & repositori terkait.
  2. Bernalar. Bella (dengan model Bedrock) memahami maksud dan memutuskan perlu mencari pedoman internal yang relevan.
  3. Tarik pengetahuan. Lewat RAG, Bella mengambil potongan dokumen standar Telkomsel yang paling relevan.
  4. Periksa konteks kode. Bila menyangkut kode, Amazon Q Developer membantu memahami repositori yang sedang dikerjakan.
  5. Susun jawaban. Bella merangkai jawaban yang berpijak pada standar, lengkap dengan rujukan dokumennya.
  6. Rekam. Observability mencatat tiap langkah untuk audit & perbaikan kualitas jawaban.
IdentityNalarRAGQ DevJawaban
Alur permintaan Bella: identitas → nalar → tarik standar (RAG) → konteks kode → jawaban (semua terekam).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di organisasi rekayasa Indonesia.

Contoh Penerapan · Telco / Enterprise

Menjaga konsistensi lintas ratusan engineer

Di Telkomsel sendiri, ratusan engineer tersebar di banyak tim membangun layanan digital secara paralel. Bella dipakai agar setiap tim mengikuti standar yang sama — konvensi API, pola keamanan, gaya arsitektur — tanpa harus menunggu review manual dari segelintir arsitek. Ketika ada pertanyaan atau pull request, Bella menarik pedoman resmi lewat RAG dan memberi jawaban yang seragam, sehingga delivery lebih cepat dan kualitas tetap terjaga di seluruh organisasi.

Contoh Penerapan · Onboarding Developer

Dari berminggu-minggu jadi berhari-hari

Engineer baru biasanya butuh berminggu-minggu untuk memahami konteks internal: di mana dokumen standar, kenapa keputusan tertentu diambil, bagaimana pola yang disetujui. Dengan Bella sebagai mentor yang selalu siaga, mereka bisa bertanya langsung dan langsung dapat jawaban ber-rujukan — tanpa sungkan mengganggu senior. Waktu onboarding dipangkas dari berminggu-minggu menjadi berhari-hari, dan engineer baru cepat produktif dengan cara kerja yang benar sejak awal.

Contoh Penerapan · Standardisasi & Tata Kelola

Rekayasa seragam lintas tim & anak perusahaan

Grup perusahaan besar kerap punya banyak tim dan anak perusahaan dengan praktik yang berbeda-beda. Bella menjadi sumber kebenaran tunggal untuk standar rekayasa: pedoman yang sama dapat diakses lewat satu agen, sehingga standardisasi lintas unit jadi mungkin. Dengan Identity mengatur akses dan Observability menyediakan jejak audit, tim tata kelola bisa memastikan setiap unit patuh pada standar tanpa memperlambat pengembangan.

Nilai bisnis & tata kelola. Bagi bisnis, Bella berarti konsistensi kualitas, kecepatan delivery, transfer pengetahuan yang lancar, serta mengurangi ketergantungan pada segelintir senior. Dari sisi tata kelola, penerapannya menjaga izin akses yang ketat, melindungi data internal agar tak bocor, dan menerapkan human-in-the-loop untuk keputusan penting — Bella menyarankan, manusia tetap memutuskan.
Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

MAM204 · Slide 1

Menjaga best practice itu sulit di skala besar

Banyak tim & repositori, standar tersebar di banyak dokumen, onboarding lama, kualitas tak konsisten, pengetahuan menumpuk di segelintir senior.

1 / 6
MAM204 · Slide 2

Bella = agen, bukan chatbot

Asisten agentic AI internal Telkomsel yang memahami standar & konteks, lalu bertindak membantu pengembangan.

2 / 6
MAM204 · Slide 3

Cara kerja: RAG + agen

  • Berbasis LLM (Bedrock + AgentCore, dipadu Q Developer)
  • Menyerap dokumen & standar internal (RAG)
  • Menjawab, meninjau kode, menyarankan pola
3 / 6
MAM204 · Slide 4

Analogi mentor 24/7

Setiap engineer punya "senior" yang hafal semua standar & sejarah keputusan, siap ditanya kapan saja tanpa mengganggu senior sungguhan.

4 / 6
MAM204 · Slide 5

Nilai bisnis

Konsistensi kualitas, kecepatan delivery, transfer pengetahuan — serta mengurangi ketergantungan pada segelintir senior.

5 / 6
MAM204 · Slide 6

Bawa pulang

Ubah standar yang tersebar menjadi agen yang hidup — dengan tata kelola (izin, data internal, human-in-the-loop) sejak awal.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun Telkomsel; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.