AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Open Iceberg Lakehouse Bertenaga AI

Satu salinan data, banyak engine. Membangun lakehouse terbuka dengan Snowflake & AWS di atas Apache Iceberg.
Kode PRT105-SLevel 100 · DasarSesi Sponsor · Snowflake
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari Seri 61 Sesi
Track · Data, Analytics & AI

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

PRT105-S14:30 WIBFloor 4, Ballroom 2 Level 100 · DasarBahasa IndonesiaPembicara: Snowflake
Sesi sponsor oleh Snowflake. PRT105-S adalah sesi partner (sponsored session) yang dipaparkan oleh Snowflake pada AWS Summit Jakarta 2026. Buku ini merangkumnya secara edukatif dan independen.

Sesi ini membahas cara membangun lakehouse terbuka (open lakehouse) berbasis Apache Iceberg dengan memadukan Snowflake dan AWS, lalu menempatkan kemampuan AI di atas data yang sama. Selama bertahun-tahun perusahaan terjebak pada pilihan yang menyakitkan: menaruh data di data warehouse agar cepat dianalisis, atau di data lake agar murah dan fleksibel — sering kali harus menyalin data yang sama ke dua tempat. Lakehouse terbuka menyatukan keduanya: satu salinan data di penyimpanan objek, dengan format tabel terbuka yang bisa dibaca banyak mesin.

Kunci ceritanya adalah Apache Iceberg, sebuah format tabel terbuka yang berperan sebagai "bahasa standar" untuk menata file data di atas Amazon S3. Karena formatnya terbuka, data yang sama dapat dibaca dan diproses oleh banyak engineSnowflake, Amazon Athena, Apache Spark, Amazon Redshift, dan lainnya — tanpa perlu menyalin ulang atau mengunci diri ke satu vendor. Di atas fondasi ini, kemampuan AI/ML dan GenAI (misalnya Snowflake Cortex) dapat bekerja langsung pada data tepercaya yang sama.

Kenapa penting untuk Anda? Jika organisasi Anda kerap menyalin data ke banyak sistem, membayar penyimpanan ganda, dan khawatir terkunci pada satu vendor, sesi ini menawarkan pola arsitektur yang membuat data tetap satu sumber kebenaran namun terbuka untuk banyak kebutuhan — termasuk AI.

Konsep Inti

Apa Itu & Bagaimana Bekerjanya

02

Apa itu Lakehouse Terbuka

Bayangkan data lake sebagai danau besar berisi file data mentah yang murah disimpan, dan data warehouse sebagai perpustakaan rapi yang cepat dicari tetapi mahal dan kaku. Lakehouse menggabungkan keduanya: menyimpan data di penyimpanan objek murah (seperti Amazon S3), tetapi memberinya struktur tabel, transaksi, dan tata kelola layaknya warehouse — sehingga bisa dianalisis dengan cepat tanpa memindahkan datanya.

Yang membuatnya terbuka adalah format tabel terbuka Apache Iceberg. Iceberg bukan mesin pengolah data, melainkan sebuah spesifikasi tentang cara menata file (biasanya Parquet) beserta metadata-nya: skema, partisi, snapshot, dan riwayat perubahan. Karena spesifikasi ini terbuka dan standar, siapa pun boleh membuat engine yang membacanya. Inilah inti interoperabilitas: satu tabel Iceberg, banyak engine.

Prinsip desainnya: satu salinan data, banyak engine. Data tidak perlu digandakan untuk tiap kebutuhan. Tim analitik bisa memakai Snowflake, tim data engineering memakai Spark, tim ad-hoc memakai Athena — semuanya membaca tabel Iceberg yang sama di S3, dengan tata kelola yang konsisten.

Komponen utama

Berikut komponen inti yang membentuk arsitektur pada sesi ini, dengan fungsi ringkasnya:

Apache IcebergFormat tabel terbuka standar
Amazon S3Storage objek, satu salinan data
SnowflakeEngine analitik & platform data
Interoperabilitas EngineAthena, Spark, Redshift baca data sama
AI/ML (Cortex)GenAI & ML di atas data yang sama
ObservabilityPemantauan & tata kelola data

Keenam komponen ini saling melengkapi. Contohnya, sebuah tim data menyimpan tabel penjualan sebagai tabel Iceberg di Amazon S3; tim BI menganalisisnya lewat Snowflake, tim ad-hoc lewat Athena, dan tim data science memakai AI/ML (Cortex) untuk peramalan — semua atas satu salinan yang sama, dengan Observability menjaga kualitas dan jejaknya.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat gudang dengan rak standar terbuka

Ibaratnya, data Anda adalah barang-barang di sebuah gudang besar (Amazon S3). Persoalan lama: tiap departemen punya "mesin angkut" (forklift) yang berbeda, dan masing-masing menuntut barang disusun dengan sistem raknya sendiri. Akibatnya, barang yang sama harus disalin ke beberapa gudang agar bisa diambil tiap mesin — boros tempat, dan versi barang jadi tercecer.

Apache Iceberg adalah sistem rak standar terbuka. Begitu semua barang ditata dengan standar rak yang sama, mesin angkut mana pun — forklift Snowflake, forklift Athena, forklift Spark — bisa langsung mengambil barang yang sama tanpa perlu menyalin ulang isi gudang. Satu gudang, satu susunan, banyak mesin. Dan karena standarnya terbuka, Anda tak terkunci pada satu merek forklift.

GUDANG DATA TERBUKA (Amazon S3) Rak standar (Apache Iceberg) Forklift: SnowflakeForklift: Spark Forklift: AthenaForklift: Redshift
Analogi: satu gudang (S3) dengan rak standar terbuka (Iceberg) yang bisa dilayani banyak forklift (engine) tanpa menyalin ulang.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, arsitektur lakehouse terbuka terlihat seperti ini: data disimpan sekali sebagai file di Amazon S3, ditata dengan format tabel terbuka Apache Iceberg (beserta katalog & metadata-nya). Di atas lapisan penyimpanan itu, banyak engine — Snowflake, Athena, Spark, Redshift — membaca tabel yang sama. Kemampuan AI/ML (Cortex) bekerja di atas data tepercaya yang sama, sementara tata kelola & observability menjaganya konsisten.

Snowflake Athena Spark Redshift Apache Iceberg(tabel + metadata) AI/ML(Cortex GenAI) Amazon S3 — satu salinan data
HLA: banyak engine (Snowflake, Athena, Spark, Redshift) + AI/ML membaca satu tabel Iceberg di atas Amazon S3.

Alur kerja data lintas engine

Ketika sebuah data penjualan baru masuk lalu perlu dianalisis oleh beberapa tim, inilah yang terjadi:

  1. Simpan sekali. Data mentah ditulis ke Amazon S3 sebagai file (mis. Parquet).
  2. Tata sebagai tabel. Apache Iceberg mendaftarkan file itu menjadi tabel dengan skema, partisi, dan snapshot.
  3. Baca lintas engine. Snowflake, Athena, atau Spark membaca tabel yang sama — tanpa menyalin data.
  4. Olah dengan AI. Cortex menjalankan ML/GenAI (mis. ringkasan atau peramalan) di atas data itu.
  5. Perbarui aman. Perubahan menghasilkan snapshot baru; versi lama tetap tercatat (time travel).
  6. Tata kelola. Katalog & observability menjaga izin akses, kualitas, dan jejaknya.
SimpanIcebergEngineAI/MLWawasan
Alur data: simpan sekali → tata sebagai tabel Iceberg → baca lintas engine → olah AI → wawasan (satu salinan, tertata).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di Indonesia.

Contoh Penerapan · Analitik Enterprise Lintas Engine

Satu data penjualan, banyak tim

Sebuah grup ritel menyimpan data transaksi seluruh gerai sebagai tabel Apache Iceberg di Amazon S3. Tim keuangan menganalisisnya di Snowflake, tim operasional menjalankan kueri ad-hoc lewat Amazon Athena, dan tim data engineering memproses ETL harian dengan Apache Spark. Karena semua membaca satu salinan yang sama, tak ada lagi laporan yang berbeda-beda akibat data ganda, dan biaya penyimpanan turun drastis.

Contoh Penerapan · Interoperabilitas & Anti Lock-in

Bebas memilih engine tanpa migrasi data

Sebuah perusahaan telekomunikasi ingin tidak terkunci pada satu vendor. Dengan menaruh data di format terbuka Iceberg di atas S3, mereka bisa menambah atau mengganti engine (mis. mengadopsi Snowflake untuk analitik, tetap memakai Redshift untuk beban tertentu) tanpa memindahkan atau menyalin ulang data. Format terbuka menjadi jaminan bahwa data tetap milik mereka dan dapat diakses banyak alat di masa depan.

Contoh Penerapan · AI/ML & GenAI di Atas Lakehouse

Peramalan & asisten data cerdas

Sebuah bank digital memanfaatkan AI/ML (Cortex) langsung di atas tabel Iceberg yang sama untuk meramalkan arus kas dan mendeteksi anomali transaksi, serta membangun asisten GenAI yang bisa menjawab pertanyaan bisnis dalam bahasa alami. Karena AI bekerja pada data tepercaya yang sudah tertata dan tergovernansi, hasilnya konsisten dengan laporan resmi — bukan dari salinan data terpisah yang bisa basi.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

PRT105-S · Slide 1

Masalahnya: data tersalin ke mana-mana

Warehouse vs data lake memaksa menyalin data yang sama ke banyak tempat — boros, dan versinya tercecer.

1 / 6
PRT105-S · Slide 2

Lakehouse terbuka = satu salinan data

Data lake yang murah + struktur tabel warehouse, di atas Amazon S3. Cepat dianalisis tanpa memindahkan data.

2 / 6
PRT105-S · Slide 3

Apache Iceberg: format tabel terbuka

  • Standar terbuka, bukan mesin
  • Satu tabel, banyak engine
  • Snowflake, Athena, Spark, Redshift
3 / 6
PRT105-S · Slide 4

Analogi gudang

S3 = gudang; Iceberg = rak standar terbuka; engine = forklift beragam merek yang mengambil barang sama tanpa menyalin.

4 / 6
PRT105-S · Slide 5

Interoperabilitas & anti lock-in

Format terbuka = data tetap milik Anda. Tambah/ganti engine tanpa migrasi data.

5 / 6
PRT105-S · Slide 6

AI di atas data yang sama

AI/ML & GenAI (Cortex) bekerja pada data tepercaya yang sama — hasil konsisten, bukan dari salinan basi.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026 (The Ritz-Carlton Jakarta), dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. PRT105-S merupakan sesi sponsor oleh Snowflake. Buku ini bukan materi resmi AWS maupun Snowflake; seluruh nama produk & merek (Snowflake, Cortex, Apache Iceberg, Amazon S3, Athena, Spark, Redshift) adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.