AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Melampaui Golden Signals

Monitoring & observability di era GenAI — ketika metrik klasik tak lagi cukup untuk aplikasi berbasis LLM.
Kode PRT106-SLevel 100 · DasarSesi Sponsor · Datadog
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari seri 61 sesi
Sesi Sponsor · Datadog

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

PRT106-S12:00 WIBFloor 4, Ballroom 3A Level 100 · DasarBahasa IndonesiaPembicara: Datadog
Catatan: ini adalah sesi sponsor oleh Datadog — sebuah platform observability. Materi memaparkan sudut pandang Datadog tentang pemantauan aplikasi GenAI. Buku ini adalah rangkuman edukatif independen, bukan materi pemasaran resmi.

Selama bertahun-tahun, para praktisi SRE (Site Reliability Engineering) bersandar pada apa yang disebut "golden signals" — empat sinyal emas untuk memantau kesehatan sistem: latency (seberapa cepat respons), traffic (seberapa banyak permintaan), errors (seberapa sering gagal), dan saturation (seberapa penuh sumber daya). Untuk aplikasi web dan API klasik, keempatnya sudah cukup untuk tahu kapan sistem sehat atau sakit.

Tapi begitu aplikasi Anda ditenagai model bahasa besar (LLM), gambaran itu jadi menyesatkan. Sebuah API bisa merespons cepat (latency bagus), tanpa error (kode 200), sumber daya lega (saturation rendah) — dan tetap memberi jawaban yang salah, mengarang fakta, atau membakar biaya token secara diam-diam. Semua lampu hijau, tetapi pengguna dirugikan. Di sinilah sesi ini masuk: mengapa kita harus melampaui golden signals dan sinyal baru apa yang perlu dipantau di era GenAI.

Kenapa penting untuk Anda? Jika tim Anda sudah menaruh aplikasi LLM di produksi tetapi masih memantaunya seperti API biasa, Anda kemungkinan besar buta terhadap masalah yang paling merugikan: kualitas jawaban yang menurun, halusinasi, dan biaya yang membengkak.
Konsep Inti

Kenapa Metrik Klasik Tak Cukup

02

Kenapa golden signals tak cukup

Golden signals mengukur apakah sistem berjalan, bukan apakah sistem berguna. Untuk layanan tradisional, keduanya nyaris sama: kalau API mengembalikan data dengan cepat dan tanpa error, ia sudah memenuhi tugasnya. Untuk aplikasi LLM, keduanya bisa berpisah jauh.

Perbedaan mendasarnya: keluaran LLM bersifat probabilistik dan berbentuk teks bebas, bukan nilai pasti. Sebuah endpoint yang mengembalikan HTTP 200 dengan isi kalimat yang meyakinkan namun keliru tetap dianggap "sukses" oleh metrik klasik. Padahal justru kalimat itulah yang bisa menyesatkan pengguna, melanggar kebijakan, atau merusak reputasi. Karena itu, memantau LLM menuntut sinyal yang menilai isi jawaban, bukan hanya status pengirimannya.

Prinsipnya bukan membuang golden signals, melainkan memperluasnya. Latency, traffic, errors, dan saturation tetap dibutuhkan — kita hanya menambahkan lapisan sinyal baru yang khusus memahami perilaku model.

Sinyal baru di era GenAI

Berikut sinyal-sinyal tambahan yang dibahas, sebagai fondasi LLM Observability. Ikon di bawah menandai kategori yang perlu dipantau:

LLM ObservabilityTracing rantai prompt→tool→respons
Metrics · Traces · LogsTiga pilar data telemetri
Token CostBiaya token per permintaan & tren
Evaluasi KualitasRelevansi & ketepatan output
Halusinasi & KeamananDeteksi ngarang & prompt jahat
Drift & Model LatencyPergeseran perilaku & waktu inferensi
Bedrock (AWS)Sumber model fondasi terkelola
AlertingPeringatan saat sinyal melenceng

Kunci menyatukan semuanya adalah evaluasi otomatis: menilai jawaban model secara berkelanjutan (mis. dengan model penilai atau aturan) sehingga penurunan kualitas terdeteksi lebih dini — sama seperti error rate memberi tahu sistem sedang bermasalah, "quality score" memberi tahu jawaban sedang memburuk.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Dasbor mobil lama vs mobil pintar

Ibaratnya, golden signals adalah dasbor mobil bensin biasa: ada jarum bensin dan spidometer kecepatan. Selama Anda mengendarai mobil bensin lama, dua meter itu sudah cukup untuk tahu apakah perjalanan aman — masih ada bensin, kecepatan wajar.

Tapi begitu Anda beralih ke "mobil listrik pintar" (aplikasi LLM), dua meter itu tidak lagi menceritakan kondisi sebenarnya. Mobil listrik tak punya tangki bensin; yang penting adalah daya baterai, efisiensi, suhu, dan kesehatan perangkat lunak. Kalau Anda hanya melihat spidometer, mobil bisa melaju mulus sambil baterainya diam-diam habis atau perangkat lunaknya salah membaca rambu. Anda butuh meter baru agar tahu keadaan yang sesungguhnya.

DASBOR LAMA (Golden Signals) DASBOR BARU (Era GenAI) KecepatanBensin Daya (token)Efisiensi KualitasHalusinasi Keamanan prompt & drift
Analogi: dasbor mobil bensin (2 meter) tak cukup untuk "mobil listrik pintar" — aplikasi LLM butuh meter baru.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, observability GenAI menyisipkan lapisan pemantauan di sekeliling aplikasi LLM. Aplikasi Anda memanggil model (mis. lewat Amazon Bedrock), lalu setiap langkah — prompt, panggilan alat, respons — dikirim sebagai traces, metrics, dan logs ke platform observability. Di sana, sinyal baru dihitung (biaya token, skor kualitas, deteksi halusinasi) lalu diteruskan ke dasbor dan alerting.

Aplikasi Aplikasi LLM(prompt + tools) Bedrock (Model) Observabilitymetrics·traces·logs Evaluasi kualitas Alerting Dasbor sinyal baru
HLA: aplikasi LLM (dengan model Bedrock) mengirim traces/metrics/logs ke platform observability → evaluasi, dasbor, alerting.

Alur observability satu permintaan

Ketika seorang pengguna mengirim pertanyaan ke aplikasi LLM, inilah yang dipantau di balik layar:

  1. Terima prompt. Permintaan pengguna dan konteksnya direkam sebagai awal sebuah trace.
  2. Panggil model. Model (mis. di Bedrock) memproses; latensi model dan jumlah token masuk/keluar dicatat.
  3. Rantai alat. Bila agen memanggil alat atau basis pengetahuan, tiap langkah menjadi span dalam trace yang sama.
  4. Evaluasi jawaban. Output dinilai otomatis: relevan? faktual? aman? Skornya jadi metrik.
  5. Hitung biaya. Token dikalikan tarif menjadi biaya per permintaan, diagregasi jadi tren harian.
  6. Alert bila melenceng. Jika kualitas turun, biaya melonjak, atau halusinasi terdeteksi, peringatan dikirim.
PromptModelAlatEvaluasiAlert
Alur observability GenAI: prompt → model → rantai alat → evaluasi kualitas → alert (semua terekam sebagai satu trace).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas ditemui tim yang mengoperasikan GenAI di Indonesia.

Contoh Penerapan · Tim Aplikasi LLM di Produksi

Menjaga kualitas chatbot yang sudah dipakai jutaan pengguna

Sebuah marketplace menjalankan chatbot LLM di produksi. Golden signals menunjukkan semua sehat, tapi keluhan pengguna naik. Dengan LLM Observability, tim menelusuri trace per percakapan dan menemukan model mulai menjawab di luar topik setelah pembaruan prompt. Evaluasi kualitas otomatis menandai penurunan skor relevansi lebih dini, sebelum viral di media sosial.

Contoh Penerapan · Kontrol Biaya & Kualitas GenAI

Mencegah "tagihan token" membengkak diam-diam

Sebuah startup fintech menemukan biaya inferensi melonjak tanpa penjelasan. Lewat pemantauan token cost per fitur, mereka melihat satu alur retrieval mengirim konteks jauh lebih panjang dari perlu. Dengan alerting berbasis anggaran, lonjakan biaya kini terdeteksi dalam hitungan menit, bukan saat tagihan bulanan datang — sambil tetap menjaga skor kualitas jawaban.

Contoh Penerapan · SRE / Platform untuk AI

Menyatukan pemantauan AI ke dalam praktik keandalan

Tim platform sebuah perusahaan telko menyediakan "AI sebagai layanan" bagi tim internal. Mereka memperluas dasbor SRE yang sudah ada dengan sinyal GenAI: latensi model, drift perilaku, dan deteksi keamanan prompt. Ketika sebuah model versi baru mulai menyimpang, alert menyala dan tim dapat melakukan rollback — memperlakukan kualitas AI setegas mereka memperlakukan uptime.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

PRT106-S · Slide 1

Lampu hijau bisa menipu

Latency bagus, tanpa error, sumber daya lega — dan LLM tetap bisa mengarang fakta atau membakar biaya. Golden signals saja tak cukup.

1 / 6
PRT106-S · Slide 2

Golden signals klasik

Latency · Traffic · Errors · Saturation. Mengukur apakah sistem berjalan, bukan apakah jawabannya berguna.

2 / 6
PRT106-S · Slide 3

Sinyal baru GenAI

  • Kualitas & relevansi output
  • Halusinasi, keamanan prompt, drift
  • Biaya token & latensi model
3 / 6
PRT106-S · Slide 4

LLM Observability

Tracing rantai prompt → tool → respons, ditambah evaluasi otomatis atas kualitas jawaban.

4 / 6
PRT106-S · Slide 5

Analogi dasbor mobil

Meter bensin & kecepatan tak cukup untuk mobil listrik pintar — Anda butuh meter daya, efisiensi, & perangkat lunak.

5 / 6
PRT106-S · Slide 6

Bawa pulang

Perluas — jangan buang — golden signals. Integrasikan pemantauan LLM (mis. dengan Bedrock) ke praktik SRE yang sudah ada.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026 (The Ritz-Carlton Jakarta), dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Sesi PRT106-S adalah sesi sponsor oleh Datadog; buku ini bukan materi resmi AWS maupun Datadog. Seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.