AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Cloud Anywhere

Arsitektur data & AI yang fleksibel dan portabel — berjalan di mana saja: on-premises, cloud, hybrid, hingga edge.
Kode PRT202-SLevel 200 · MenengahSesi Sponsor · Cloudera
Edisi Pertama · 2026 · Seri 61 Sesi
Sesi Sponsor · Cloudera

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

PRT202-S14:30 WIBFloor 4, Ballroom 3A Level 200 · MenengahBahasa IndonesiaPembicara: Cloudera
Catatan: Ini adalah sesi sponsor yang dibawakan oleh Cloudera (kode berakhiran "-S" menandai sponsored session). Materinya memaparkan sudut pandang Cloudera sebagai platform data hybrid dan bagaimana ia berpadu dengan AWS.

Sesi ini membahas Cloud Anywhere — sebuah pendekatan arsitektur agar beban kerja data dan AI bisa dirancang sekali, lalu berjalan di mana saja: di pusat data sendiri (on-premises), di cloud publik seperti AWS, dalam mode hybrid, bahkan hingga edge. Pertanyaan yang dijawab bukan lagi "cloud atau on-prem?", melainkan "bagaimana agar tidak terjebak memilih salah satu — dan bisa berpindah kapan pun tanpa menulis ulang semuanya?"

Kenyataannya, banyak perusahaan Indonesia tak bisa memindahkan seluruh data ke cloud begitu saja. Ada regulasi & kedaulatan data yang mewajibkan sebagian data tetap di dalam negeri atau di pusat data sendiri; ada beban kerja lama yang sudah tertanam on-prem; dan ada kekhawatiran terkunci pada satu vendor (vendor lock-in). Cloud Anywhere menawarkan cara agar data & AI tetap portabel dan fleksibel — dengan tata kelola yang konsisten di setiap lingkungan.

Kenapa penting untuk Anda? Jika organisasi Anda punya data yang tersebar (sebagian wajib on-prem, sebagian ingin di cloud) dan ingin membangun analitik atau AI tanpa terkunci pada satu tempat, sesi ini adalah peta jalannya.
Konsep Inti

Apa Itu & Bagaimana Bekerjanya

02

Apa itu Cloud Anywhere

Inti gagasannya adalah hybrid data platform: satu platform data yang lapisan pengalaman & aturannya seragam, namun dapat dijalankan di banyak lingkungan sekaligus. Di atasnya diletakkan data fabric — sebuah "jaring data" yang menyatukan data yang tersebar di berbagai tempat sehingga terlihat dan dikelola seolah-olah satu, lengkap dengan katalog, keamanan, dan silsilah (lineage) yang berlaku menyeluruh.

Dengan pola ini, sebuah beban kerja analitik atau model ML/AI tidak lagi terikat pada lokasi. Anda bisa memproses data di dekat sumbernya (mis. on-prem karena alasan regulasi), lalu memindahkan pelatihan model ke AWS saat butuh skala GPU, tanpa mengubah logika, tanpa mengganti alat, dan — yang terpenting — tanpa kehilangan aturan tata kelola yang sama.

Prinsip desainnya: portabilitas dengan tata kelola konsisten. Fleksibel di mana beban kerja berjalan, tetapi seragam dalam cara data diamankan, diberi izin, dan diaudit. Ini yang membedakannya dari sekadar "punya on-prem dan punya cloud secara terpisah".

Kapabilitas utama

Berikut kapabilitas inti yang dibahas di sesi, dengan fungsi ringkasnya:

Hybrid Data PlatformSatu platform, banyak lingkungan
Data Fabric / LakehouseSatukan data yang tersebar
ML / AILatih & sajikan model lintas lingkungan
Tata Kelola & KeamananIzin & audit konsisten
Portabilitas / Multi-cloudPindah beban kerja tanpa tulis ulang
ObservabilityPantau biaya, kinerja & kesehatan
Integrasi AWSBerpadu dengan layanan cloud AWS

Kapabilitas-kapabilitas ini saling melengkapi. Contohnya, satu tim data bisa memakai Data Fabric untuk menyatukan data on-prem & cloud, menjalankan ML/AI di AWS untuk skala, menjaga Tata Kelola yang sama di kedua tempat, memanfaatkan Portabilitas agar bebas berpindah, dan Observability untuk mengawasi biaya serta kinerja secara menyeluruh.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat pindah rumah tanpa repot

Ibaratnya, data & AI Anda adalah sebuah keluarga dengan seisi rumahnya. Suatu saat keluarga itu perlu pindah rumah — dari rumah lama (on-prem) ke rumah baru yang lebih luas (cloud AWS), atau justru tinggal di dua rumah sekaligus (hybrid). Biasanya pindahan itu merepotkan: harus mengepak ulang semua perabotan, memasang ulang instalasi, dan sering kali aturan rumah tangga jadi berubah di tempat baru.

Cloud Anywhere membuat pindahan itu mulus. Perabotan (beban kerja & data) tak perlu dikemas ulang, dan yang terpenting: aturan rumah tangga (tata kelola) tetap sama persis di rumah mana pun keluarga itu tinggal — siapa boleh masuk kamar mana, jam berapa pintu dikunci, semuanya konsisten.

Rumah Lama (On-Prem) Rumah Baru (Cloud AWS) Truk Pindahan (Portabilitas) Aturan Rumah Tangga (Tata Kelola) — sama di mana pun
Analogi: data & AI "pindah rumah" (on-prem ↔ cloud) tanpa mengepak ulang perabotan, dengan aturan tata kelola yang tetap konsisten.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, arsitektur hybrid data platform terlihat seperti ini: di atas berbagai lingkungan (on-prem, cloud AWS, dan edge) terbentang lapisan Data Fabric yang menyatukan data. Beban kerja analitik dan ML/AI berjalan di atas fabric ini dan bisa berpindah lingkungan, sementara satu lapisan Tata Kelola & Keamanan menyelimuti semuanya agar aturan tetap konsisten di mana pun.

Tata Kelola & Keamanan (menyeluruh) Analitik ML / AI Data Fabric / Lakehouse (satukan data) On-Premises Cloud AWS Edge
HLA: Tata Kelola menyelimuti seluruhnya → Analitik & ML/AI berjalan di atas → Data Fabric menyatukan → di atas On-Prem, Cloud AWS, dan Edge.

Alur portabilitas satu beban kerja

Ketika sebuah tim ingin melatih model AI memakai data yang wajib disimpan on-prem, lalu menyajikannya lewat cloud, inilah yang terjadi:

  1. Data tetap di tempatnya. Data sensitif tetap on-prem sesuai regulasi; Data Fabric mengatalognya agar terlihat menyeluruh.
  2. Rancang sekali. Pipeline analitik & pelatihan model didefinisikan satu kali di platform, bukan per lingkungan.
  3. Proses di dekat sumber. Pra-pemrosesan data berjalan on-prem agar data mentah tak perlu keluar.
  4. Pindahkan beban kerja. Saat butuh skala GPU, pelatihan model dipindah ke AWS — tanpa menulis ulang logika.
  5. Tata kelola ikut serta. Izin, keamanan, dan lineage yang sama berlaku otomatis di lingkungan baru.
  6. Sajikan & pantau. Model disajikan di lingkungan yang paling pas, dengan biaya & kinerja terpantau menyeluruh.
Data on-premRancangProses lokalPindah AWSSajikan
Alur portabilitas: data on-prem → rancang sekali → proses lokal → pindahkan ke AWS → sajikan (tata kelola ikut di setiap langkah).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas di Indonesia.

Contoh Penerapan · Enterprise Teregulasi

Data on-prem + cloud karena regulasi

Sebuah perusahaan telekomunikasi wajib menyimpan sebagian data pelanggan di dalam negeri di pusat datanya sendiri (kedaulatan data). Namun ia ingin membangun analitik canggih yang butuh skala. Dengan hybrid data platform, data sensitif tetap on-prem, sedangkan beban analitik berat berjalan di AWS — dengan tata kelola yang sama di kedua sisi, sehingga tetap patuh pada regulasi tanpa mengorbankan inovasi.

Contoh Penerapan · Menghindari Lock-in

Kebebasan memilih tanpa terkunci vendor

Sebuah grup ritel khawatir terlalu bergantung pada satu penyedia. Dengan pendekatan portabel, mereka merancang beban kerja data & AI agar bisa berpindah antar lingkungan. Bila suatu saat biaya atau kebutuhan berubah, mereka bebas memindahkan sebagian beban kerja tanpa harus menulis ulang dari nol — daya tawar dan fleksibilitas tetap di tangan mereka.

Contoh Penerapan · ML/AI Lintas Lingkungan

Latih di cloud, sajikan di edge

Sebuah produsen manufaktur melatih model deteksi cacat produk di AWS (butuh GPU besar), lalu menyajikan model itu di edge — langsung di pabrik dekat kamera lini produksi — agar keputusan instan tanpa menunggu koneksi internet. Model yang sama berpindah lingkungan dengan tata kelola konsisten, dan datanya disatukan lewat data fabric.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

PRT202-S · Slide 1

Bukan "cloud atau on-prem", tapi "di mana saja"

Data & AI perlu fleksibel: bisa berjalan on-prem, cloud AWS, hybrid, hingga edge — tanpa terjebak memilih satu.

1 / 6
PRT202-S · Slide 2

Kenapa fleksibilitas penting

  • Regulasi & kedaulatan data lokal
  • Menghindari vendor lock-in
  • Beban kerja yang tersebar
2 / 6
PRT202-S · Slide 3

Hybrid data platform & data fabric

Satu platform banyak lingkungan; data fabric menyatukan data yang tersebar seolah satu.

3 / 6
PRT202-S · Slide 4

Portabel + tata kelola konsisten

Beban kerja analitik & ML/AI bisa berpindah lingkungan, dengan izin, keamanan, dan audit yang sama di mana pun.

4 / 6
PRT202-S · Slide 5

Analogi pindah rumah

Angkut perabotan (data & AI) tanpa mengepak ulang, dan aturan rumah tangga (tata kelola) tetap sama di rumah mana pun.

5 / 6
PRT202-S · Slide 6

Berpadu dengan AWS

Cloudera sebagai platform data hybrid yang terintegrasi dengan layanan AWS untuk skala & jangkauan.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026 (6 Agustus 2026, The Ritz-Carlton Jakarta), dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Sesi ini merupakan sesi sponsor oleh Cloudera. Buku ini bukan materi resmi AWS maupun Cloudera; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.