AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Inovasi Kubernetes di AWS

Menjalankan kontainer dalam skala besar dengan Amazon EKS — kini makin otomatis, hemat, dan aman.
Kode SEC202Level 200 · MenengahTrack Kontainer & Platform
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari seri 61 sesi
Track · Kontainer & Platform

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

SEC20215:00 WIBFloor 4, Ballroom 3B & 3C Level 200 · MenengahBahasa IndonesiaPembicara: DataOn & AWS

Sesi ini membahas inovasi terbaru menjalankan Kubernetes di AWS melalui Amazon EKS (Elastic Kubernetes Service). Kubernetes sudah menjadi standar de-facto untuk mengorkestrasi kontainer, tetapi mengelolanya sendiri itu berat: harus mengurus control plane, menambal node, menyeimbangkan kapasitas, dan menjaga keamanan. Pertanyaan yang dijawab sesi ini: "bagaimana menikmati kekuatan Kubernetes tanpa terbebani rumitnya operasional?"

Jawabannya adalah rangkaian inovasi EKS yang membuat cluster makin otomatis, hemat, dan aman — mulai dari EKS Auto Mode yang mengelola infrastruktur cluster untuk Anda, Karpenter yang menyediakan node secara cerdas sesuai beban, hingga Fargate yang menjalankan pod tanpa Anda mengurus server sama sekali. Sesi ini juga berbagi pengalaman langsung dari DataOn, penyedia perangkat lunak HR/HRIS berbasis SaaS di Indonesia, dalam menjalankan platform mereka di atas EKS.

Kenapa penting untuk Anda? Jika tim Anda sudah memakai kontainer tetapi biaya membengkak, penskalaan lambat saat trafik melonjak, atau keamanan cluster bikin waswas — sesi ini memberi peta praktik terbaik yang sudah teruji di produksi.
Konteks Nyata · DataOn

DataOn (PT Indodev Niaga Internet) adalah penyedia perangkat lunak HR/HRIS-HCM yang berdiri pada 1999 dan berkantor pusat di Jakarta, dengan sejumlah kantor di Asia Tenggara. Produk andalannya, SunFish HR (sebelumnya SunFish Workplaze), mencakup HR Core, manajemen waktu, payroll, manajemen talenta, rekrutmen, hingga analitik. Platform ini dipercaya 2.000+ perusahaan dengan lebih dari 1 juta pengguna aktif harian, dijalankan sebagai SaaS multi-tenant berarsitektur microservice berbasis cloud, serta bersertifikat ISO/IEC 27001 dan atestasi SOC 2 Type 2. Profil beban seperti ini — banyak tenant, lonjakan serentak saat penggajian awal bulan, dan tuntutan isolasi antar-pelanggan — persis jenis kebutuhan yang dijawab orkestrasi kontainer dan penskalaan otomatis di Amazon EKS.

Sumber: Halaman resmi DataOn (dataon.com — About Us) dan materi produk SunFish HR. Penggunaan Amazon EKS/Kubernetes spesifik oleh DataOn tidak dipublikasikan secara terbuka, sehingga detail arsitektur sesi bersifat ilustratif kecuali disebutkan langsung dalam sesi; profil perusahaan & produk di atas terverifikasi.

Konsep Inti

Kubernetes & Inovasi EKS

02

Kenapa Kubernetes

Bayangkan aplikasi modern yang dipecah menjadi banyak kontainer kecil — masing-masing menjalankan satu bagian layanan. Ketika jumlahnya puluhan hingga ribuan, seseorang harus mengatur: kontainer mana berjalan di mesin mana, apa yang terjadi kalau satu mati, bagaimana menambah salinan saat ramai, dan bagaimana mereka saling berkomunikasi. Pekerjaan "mengatur lalu lintas" inilah yang disebut orkestrasi kontainer, dan Kubernetes adalah mesin orkestrasinya.

Tiga alasan utama orang memilih Kubernetes:

Amazon EKS adalah Kubernetes yang dijalankan dan dikelola oleh AWS: control plane-nya (otak cluster) diurus AWS agar selalu tersedia dan aman, sementara Anda fokus pada aplikasi. EKS sepenuhnya Kubernetes standar — jadi tooling dan pengetahuan komunitas tetap berlaku.

Fitur & inovasi EKS

Berikut layanan dan fitur inti yang dibahas di sesi, beserta fungsi ringkasnya:

Amazon EKSKubernetes terkelola AWS
EKS Auto ModeInfra cluster dikelola otomatis
KarpenterPenskalaan node cerdas
AWS FargateJalankan pod tanpa server
VPC CNIJaringan pod di dalam VPC
IAM / IRSAIzin aman per pod
ObservabilityMetrik, log & tracing cluster
Managed Add-onsKomponen cluster terkelola

Inti inovasinya: menggeser beban operasional dari Anda ke AWS. Karpenter mengamati pod yang menunggu dijadwalkan, lalu memilih dan menyediakan tipe instans EC2 yang paling pas dalam hitungan detik — dan mencabutnya lagi saat menganggur, sehingga biaya mengikuti kebutuhan nyata. Fargate menghapus konsep "server" sepenuhnya untuk pod tertentu. EKS Auto Mode menggabungkan otomasi node, patching, dan komponen inti menjadi satu paket terkelola.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Kota kontainer yang makin pintar

Ibaratnya, cluster Kubernetes adalah sebuah kota. Warganya adalah pod (aplikasi Anda), dan mereka tinggal di dalam gedung apartemen yaitu node (mesin EC2). Dulu, seorang "wali kota" harus menebak-nebak: berapa gedung yang perlu dibangun, kapan menambah lantai, dan bagaimana menjaga gerbang tiap blok. Inovasi EKS membuat kota ini mengelola dirinya sendiri.

KOTA KONTAINER (Cluster EKS) NodeNodeNodeFargate Karpenter (bangun)Satpam (IAM/IRSA)Ruang kendali (Observ.)
Analogi: pod sebagai warga, node sebagai gedung; Karpenter membangun gedung otomatis, Fargate siap huni tanpa urus bangunan.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, cluster EKS terbagi dua: control plane (otak Kubernetes) yang dikelola AWS, dan data plane (tempat pod Anda berjalan) berupa node EC2 yang disediakan Karpenter atau pod serverless di Fargate. Pengguna mengakses aplikasi lewat load balancer; jaringan antar-pod diatur VPC CNI; izin akses ke layanan AWS lain diberikan lewat IAM/IRSA; dan seluruhnya dipantau Observability.

Pengguna Control Plane (dikelola AWS) API Server · Scheduler · etcd Data Plane (VPC Anda) Node (Karpenter) Pod aplikasi Fargate (pod) VPC CNI (jaringan) IAM/IRSA
HLA: control plane terkelola AWS mengatur data plane di VPC Anda — node Karpenter & pod Fargate, dijaringkan VPC CNI, diberi izin IAM/IRSA.

Alur penskalaan saat trafik melonjak

Ketika trafik aplikasi tiba-tiba naik (misalnya awal bulan saat semua karyawan menarik slip gaji), inilah yang terjadi di balik layar:

  1. Beban naik. Kubernetes membuat pod baru untuk melayani lonjakan permintaan.
  2. Pod menunggu. Ada pod yang belum kebagian node karena kapasitas penuh (status pending).
  3. Karpenter bereaksi. Ia mengamati pod pending, memilih tipe instans EC2 paling pas & hemat, lalu menyediakan node baru dalam detik.
  4. Pod berjalan. Pod dijadwalkan ke node baru; VPC CNI memberinya alamat jaringan, IRSA memberi izin yang sesuai.
  5. Trafik reda. Saat permintaan turun, pod berkurang dan Karpenter mencabut node yang menganggur agar biaya ikut turun.
  6. Terekam. Observability mencatat metrik & kejadian untuk analisis kapasitas dan biaya.
Beban naikPod pendingKarpenterNode baruSkala turun
Alur penskalaan: beban naik → pod pending → Karpenter sediakan node → pod berjalan → reda & node dicabut (semua terekam).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas untuk beban kerja di Indonesia.

Contoh Penerapan · SaaS Multi-tenant (DataOn — HRIS)

Satu platform, ribuan perusahaan pelanggan

DataOn, penyedia HR/HRIS SaaS, melayani banyak perusahaan (tenant) dari satu platform di atas EKS. Beban paling ekstrem terjadi di awal bulan saat penggajian dan penarikan slip gaji serentak. Dengan Karpenter, node otomatis ditambah saat lonjakan dan dicabut setelahnya, sehingga biaya mengikuti pola pemakaian nyata. IRSA memastikan setiap layanan hanya mengakses data yang menjadi haknya — penting untuk isolasi antar-tenant — dan Observability menjaga performa tetap terpantau lintas ribuan pengguna.

Contoh Penerapan · Microservices Skala

Puluhan layanan yang berkembang mandiri

Sebuah platform digital memecah aplikasinya menjadi puluhan microservices — pembayaran, notifikasi, katalog, dan seterusnya — masing-masing dikembangkan tim berbeda. EKS mengorkestrasi semuanya: tiap layanan dapat diskalakan sendiri sesuai bebannya, VPC CNI memberi jaringan yang konsisten, dan Managed Add-ons menyeragamkan komponen inti cluster. Tim rilis lebih cepat tanpa saling menghambat, dengan portabilitas Kubernetes menjaga kebebasan arsitektur.

Contoh Penerapan · Beban Kerja Hemat & Elastis

Batch, analitik, dan pekerjaan yang naik-turun

Pekerjaan seperti pemrosesan data batch atau laporan malam hari tidak berjalan sepanjang waktu. Dengan Fargate, pod dijalankan tanpa mengurus server dan Anda hanya membayar saat pod aktif; dengan Karpenter, cluster dapat memanfaatkan kapasitas hemat (mis. instans Spot) untuk beban yang tahan gangguan. Hasilnya: elastisitas tinggi dengan biaya yang ditekan, tanpa menyisakan server menganggur.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

SEC202 · Slide 1

Kubernetes = mesin pengatur kontainer

Orkestrasi otomatis, portabilitas lintas lingkungan, dan skala dari satu ke ribuan salinan.

1 / 6
SEC202 · Slide 2

Amazon EKS = Kubernetes terkelola

AWS mengurus control plane; Anda fokus ke aplikasi. Tetap Kubernetes standar.

2 / 6
SEC202 · Slide 3

Inovasi utama

  • EKS Auto Mode & Managed Add-ons
  • Karpenter (node cerdas) & Fargate (tanpa server)
  • VPC CNI, IAM/IRSA, Observability
3 / 6
SEC202 · Slide 4

Analogi kota kontainer

Pod = warga, node = gedung. Karpenter membangun gedung otomatis; Fargate siap huni tanpa urus bangunan.

4 / 6
SEC202 · Slide 5

Alur penskalaan

Beban naik → pod pending → Karpenter sediakan node → berjalan → reda & node dicabut. Biaya ikut kebutuhan.

5 / 6
SEC202 · Slide 6

Bawa pulang

Keamanan (IRSA) & efisiensi biaya sejak awal; serahkan operasional ke otomasi EKS. Pengalaman DataOn membuktikannya.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun DataOn; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.