AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Keamanan Agentic AI

Melindungi agen AI dari ancaman baru: OWASP sebagai daftar risiko, MAESTRO untuk threat modeling, dan pertahanan berlapis.
Kode SEC304Level 300 · LanjutanTrack Keamanan & Agentic AI
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari Seri 61 Sesi
Track · Keamanan & Agentic AI

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

SEC30414:00 WIBFloor 4, Ballroom 3B & 3C Level 300 · LanjutanBahasa IndonesiaPembicara: Halodoc, AWS

Sesi ini membahas satu pergeseran penting: ketika AI berhenti sekadar "menjawab" dan mulai bertindak — memanggil alat, mengakses database, mengambil keputusan, bahkan menekan tombol yang berdampak nyata — maka permukaan serangannya (attack surface) meluas jauh melampaui aplikasi biasa. Agentic AI membawa kelas ancaman baru yang tidak muncul pada aplikasi web atau API tradisional, dan itulah fokus pembicaraan bersama tim Halodoc dan AWS.

Pada aplikasi biasa, alur data relatif dapat diprediksi. Pada agen, sebagian besar "keputusan" ditentukan oleh bahasa alami — instruksi yang bisa datang dari pengguna, dari dokumen yang dibaca agen, atau dari halaman web yang ia jelajahi. Bahasa itu bisa dibujuk, ditipu, dan dibelokkan. Karena agen juga memegang alat dan izin, satu instruksi jahat yang lolos bisa berubah menjadi kebocoran data pasien, transaksi tak sah, atau aksi berbahaya. Sesi ini memetakan ancamannya lalu menawarkan cara bertahan yang terstruktur.

Kenapa penting untuk Anda? Jika tim Anda sedang membangun agen yang menyentuh data sensitif atau memicu aksi nyata — apalagi di sektor teregulasi seperti kesehatan — sesi ini adalah kerangka berpikir untuk mengamankannya sebelum, bukan sesudah, insiden terjadi.
Konteks Nyata · Halodoc

Halodoc adalah platform layanan kesehatan digital (health-tech) asal Indonesia dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan, menghubungkan pasien dengan 22.000+ dokter berlisensi dan 4.000+ apotek mitra. Perusahaan ini berjalan di AWS sejak 2016 dan memakai lebih dari 50 layanan AWS untuk platform cloud-native-nya, termasuk Amazon EKS (Kubernetes), Amazon RDS, dan Amazon Redshift. Halodoc memigrasikan klaster EKS-nya ke instans berbasis AWS Graviton3 — menghasilkan peningkatan performa aplikasi ~20%, respons hingga ~19% lebih cepat, dan penghematan ~US$3.600 per bulan — serta memindahkan aplikasi pemetaannya ke Amazon Location Service dengan pengurangan biaya hingga 88% sekaligus penguatan keamanan data (data lokasi tetap berada di AWS). Skala sebesar ini menangani data pasien yang sangat sensitif dan teregulasi; ketika agen AI mulai menyentuh rekam medis atau memicu aksi (mis. pemesanan obat, jadwal lab), keamanan agentic — least-privilege, guardrails, human-in-the-loop, dan audit — menjadi keharusan, bukan pelengkap. Itulah mengapa perspektif tim seperti Halodoc relevan untuk sesi ini.

Sumber: AWS Case Study "Halodoc / Graviton3" (aws.amazon.com/solutions/case-studies/halodoc-graviton3-case-study), siaran pers Amazon "Halodoc Brings Holistic Healthcare to More than 20 Million Indonesian Users using AWS" (2023), dan studi kasus GrabMaps & AWS tentang pengurangan biaya 88% Halodoc. Detail arsitektur keamanan spesifik sesi ini bersifat ilustratif kecuali disebutkan.

Konsep Inti

Ancaman Baru & Cara Memetakannya

02

Kenapa agen menuntut keamanan baru

Aplikasi tradisional mengeksekusi kode yang ditulis programmer. Agen mengeksekusi niat yang ia simpulkan dari teks. Perbedaan mendasar ini menciptakan celah baru: teks yang seharusnya sekadar "data" (isi email, isi dokumen, komentar pengguna) bisa diperlakukan agen sebagai "perintah". Inilah akar dari sebagian besar ancaman agentic.

Karena itu keamanan agentic bukan sekadar menambal aplikasi biasa. Ia menuntut dua hal berbeda: (1) daftar risiko yang lengkap agar tidak ada ancaman yang terlewat, dan (2) cara memodelkan ancaman secara sistematis pada tiap lapisan agen. Di sinilah OWASP dan MAESTRO berperan, dan keduanya saling melengkapi — bukan bersaing.

Ancaman khas & framework

Ancaman yang khas pada sistem agentic — banyak di antaranya tak ada di aplikasi biasa:

Untuk menghadapinya, sesi memakai dua kerangka dengan peran berbeda. Ikon berikut merangkum kontrol pertahanan yang dibahas:

GuardrailsFilter input/output & kebijakan aman
Least-PrivilegeIdentity & izin seminimal mungkin
BedrockModel fondasi & kebijakan aman
SandboxEksekusi terisolasi & terbatas
ObservabilityAudit & jejak tiap langkah agen
Threat ModelingPetakan ancaman per lapisan (MAESTRO)

OWASP berperan sebagai daftar risikoOWASP Top 10 untuk LLM Applications dan OWASP untuk Agentic AI memberi kosakata bersama agar tim tak lupa satu pun kategori ancaman. MAESTRO berperan sebagai kerangka threat modeling khusus agentic: ia membantu memetakan ancaman secara sistematis pada tiap lapisan agen (model, memori, alat, orkestrasi, identitas, hingga observasi), sehingga analisis risiko menjadi terstruktur, bukan tebak-tebakan.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Pengawal, aturan tegas, dan CCTV

Ibaratnya, agen AI adalah asisten pribadi yang sangat cakap namun terlalu mudah percaya. Ia mau membantu siapa saja yang meminta dengan sopan — dan justru di situlah bahayanya: orang jahat bisa membujuk atau menipu-nya untuk membuka brankas rahasia atau menekan tombol berbahaya. Mengamankan agen berarti tidak mengubah kecerdasannya, melainkan memberinya pengawal, aturan tegas, dan CCTV.

GEDUNG AMAN (Sistem Agentic) Asisten (Agent) Pengawal (Guardrails) Brankas + Aksi CCTV (Observability) Kartu akses terbatas
Analogi: agen yang mudah percaya dilindungi pengawal (guardrails), kartu akses terbatas, dan CCTV (observability).
Arsitektur

Pertahanan Berlapis & Alur

04

Pertahanan berlapis (High-Level Architecture)

Tidak ada satu kontrol pun yang cukup. Prinsipnya defense-in-depth: berlapis, agar jika satu lapis tertembus, lapis berikutnya masih menahan. Secara garis besar, permintaan menembus beberapa lapis sebelum agen benar-benar boleh memakai alat: guardrail input menyaring bujukan, identity least-privilege membatasi izin, agen bernalar di atas Bedrock, aksi berisiko dijalankan dalam sandbox atau lewat human-in-the-loop, dan guardrail output mencegah kebocoran — semua di bawah pengawasan observability.

Aplikasi Guardrailinput Agen +Least-Priv. Bedrock (Model) Alat / API Sandbox Human-in-loop Guard out Observability & Audit (seluruh lapis)
HLA pertahanan berlapis: guardrail input → agen ber-least-privilege → alat/sandbox/human-in-the-loop → guardrail output, dipantau observability.

Alur pertahanan satu permintaan

Ketika sebuah permintaan masuk — apalagi yang memicu aksi berdampak — inilah lapis-lapis yang harus ia lewati:

  1. Saring masuk. Guardrail input memeriksa prompt injection langsung maupun tak langsung (termasuk isi dokumen/web yang dibaca agen).
  2. Batasi izin. Identity least-privilege memastikan agen hanya bisa menyentuh data & alat yang benar-benar diperlukan, atas nama pengguna yang sah.
  3. Bernalar. Agen (model Bedrock) memutuskan langkah, dengan kebijakan yang membatasi alat mana yang boleh dipanggil.
  4. Eksekusi aman. Aksi berisiko dijalankan di sandbox; aksi sensitif menunggu persetujuan manusia (human-in-the-loop).
  5. Saring keluar. Guardrail output mencegah kebocoran data & jawaban berbahaya sebelum sampai ke pengguna.
  6. Rekam & audit. Observability mencatat tiap langkah untuk deteksi anomali, forensik, dan perbaikan.
Guard inLeast-privNalarSandbox/HITLGuard out
Alur pertahanan: saring masuk → batasi izin → nalar → eksekusi aman → saring keluar (semua terekam & diaudit).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Praktik Nyata

05

Contoh nyata (tiga skenario)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan strategi pertahanan pada konteks yang berbeda.

Contoh Penerapan · Kesehatan (Halodoc)

Agen aman untuk data pasien

Di layanan kesehatan, data pasien bersifat sangat sensitif dan diatur ketat. Halodoc menerapkan least-privilege agar agen hanya mengakses rekam yang relevan bagi pengguna yang sedang login; guardrails menyaring upaya prompt injection dan mencegah agen membocorkan data atau memberi diagnosis medis; aksi sensitif menempuh human-in-the-loop; dan observability menyediakan audit trail untuk kepatuhan. Threat modeling ala MAESTRO dipakai lebih dulu untuk memetakan dari lapisan mana kebocoran paling mungkin terjadi.

Contoh Penerapan · Enterprise

Agen produksi di lingkungan korporat

Sebuah agen internal yang menyentuh sistem keuangan dan operasional dibangun dengan pertahanan berlapis. Guardrail input memfilter instruksi tak langsung yang mungkin tersembunyi di tiket atau dokumen; identity membatasi izin per peran; aksi berdampak (mis. transaksi) hanya berjalan lewat persetujuan manusia dan dijalankan dalam sandbox. Daftar OWASP dipakai sebagai checklist agar tak ada kategori risiko yang terlewat sebelum agen naik ke produksi.

Contoh Penerapan · Aplikasi Publik

Aplikasi LLM yang dipakai publik luas

Aplikasi LLM yang terbuka untuk publik menghadapi permukaan serangan terbesar: siapa pun bisa mencoba prompt injection langsung. Pertahanannya menekankan guardrail input & output yang kuat, pembatasan alat yang bisa dipanggil, isolasi sandbox untuk eksekusi apa pun, dan observability untuk mendeteksi pola penyalahgunaan secara dini. Karena tak ada identitas pengguna terpercaya, prinsip "jangan pernah percaya input" diberlakukan seketat mungkin.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

SEC304 · Slide 1

Agen bertindak, maka ancamannya baru

Saat AI mulai memakai alat & memicu aksi nyata, muncul ancaman yang tak ada di aplikasi biasa — karena keputusan digerakkan oleh bahasa yang bisa dibujuk.

1 / 6
SEC304 · Slide 2

Kenali ancaman khasnya

  • Prompt injection (langsung & tak langsung)
  • Tool misuse & kebocoran data
  • Akses berlebih, halusinasi berbahaya, rantai pasok
2 / 6
SEC304 · Slide 3

OWASP vs MAESTRO

OWASP = daftar risiko (Top 10 LLM & Agentic AI). MAESTRO = kerangka threat modeling per lapisan agen. Saling melengkapi.

3 / 6
SEC304 · Slide 4

Analogi: pengawal, aturan, CCTV

Agen = asisten cakap yang mudah percaya. Amankan dengan guardrails (pengawal), least-privilege (kartu akses), dan observability (CCTV).

4 / 6
SEC304 · Slide 5

Pertahanan berlapis

Saring masuk → batasi izin → nalar → sandbox / human-in-the-loop → saring keluar → rekam. Tak ada satu kontrol yang cukup.

5 / 6
SEC304 · Slide 6

Bawa pulang

Model ancaman lebih dulu (MAESTRO), pakai OWASP sebagai checklist, terapkan defense-in-depth. Pengalaman Halodoc: keamanan sejak desain.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026 (6 Agustus 2026, The Ritz-Carlton Jakarta), dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun Halodoc; seluruh nama produk, merek, dan framework (OWASP, MAESTRO) adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.