AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Beyond Auto Scaling

Pelajaran nyata menjalankan Amazon Aurora Serverless v2 dalam produksi — database yang menskalakan dirinya sendiri.
Kode STP104Level 100 · DasarStartup Zone
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari seri 61 sesi
Startup Track · Data & Biaya

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

STP10413:00 WIBFloor 4, Expo Zone 2 (Startup Zone) Level 100 · DasarBahasa IndonesiaPembicara: Doitpay

Sesi ini adalah cerita dari lapangan: bagaimana rasanya benar-benar menjalankan Amazon Aurora Serverless v2 — sebuah database relasional yang dapat menskalakan kapasitasnya sendiri secara otomatis — di lingkungan produksi sebuah perusahaan fintech, Doitpay. Judulnya menyindir istilah populer: "Beyond Auto Scaling". Auto scaling di tingkat server sudah biasa; yang lebih menarik adalah ketika database itu sendiri yang ikut mengembang dan menyusut mengikuti beban, dalam hitungan detik.

Aurora Serverless v2 mengukur kapasitas dalam satuan yang disebut ACU (Aurora Capacity Unit) — kira-kira sepasang "CPU + memori". Alih-alih Anda memilih ukuran instance tetap (misalnya "yang sedang" atau "yang besar") dan membayarnya 24 jam penuh, Aurora Serverless v2 menambah atau mengurangi ACU secara halus dan cepat sesuai kebutuhan nyata, dan Anda membayar sesuai pemakaian. Untuk beban yang naik-turun tajam, ini bisa jauh lebih hemat dan jauh lebih sedikit repot.

Kenapa penting untuk Anda? Kalau Anda mengelola startup atau produk dengan trafik tak menentu — ramai siang, sepi malam, melonjak saat promo — memilih ukuran database yang "pas" itu sulit. Terlalu kecil, layanan tersendat; terlalu besar, uang terbuang. Sesi ini menunjukkan jalan tengah otomatis, sekaligus jujur soal jebakannya.
Konteks Nyata · Doitpay

Doitpay (dioperasikan PT Indoraya, berdiri 2023, berbasis di Batam) adalah payment gateway/aggregator asal Indonesia — bukan murni BNPL, melainkan infrastruktur pembayaran terpadu yang berlisensi di bawah Bank Indonesia. Lewat satu integrasi, merchant dapat menerima Virtual Account (BCA, Mandiri, BNI, BRI, BSI, Danamon), kartu debit/kredit, dompet digital (OVO, DANA, ShopeePay), QRIS, hingga pembayaran tunai di gerai ritel (Indomaret, Alfamart, Alfamidi); mereka juga menyediakan opsi paylater, remitansi, serta lending/investment. Fokus pasarnya: e-commerce & ritel, gaming & hiburan digital, serta travel dan transportasi. Pesaing yang kerap disebut: Xendit, PayU, dan Flutterwave. Beban transaksi khas pemroses pembayaran seperti ini memang fluktuatif (memuncak saat promo, gajian, atau jam sibuk) — pola yang cocok dengan database elastis seperti Aurora Serverless v2 yang dibahas sesi ini. Catatan penting: hingga penyusunan buku ini, kami tidak menemukan publikasi resmi yang memerinci arsitektur AWS/Aurora Doitpay; detail teknis (ACU, RDS Proxy, angka penskalaan) bersifat ilustratif.

Sumber: situs resmi doitpay.co; profil perusahaan Tracxn (doitpay.co); Instagram @doitpayco (PT Indoraya). Detail arsitektur spesifik sesi ilustratif kecuali disebutkan.

Konsep Inti

Apa Itu & Bagaimana Bekerjanya

02

Apa itu Aurora Serverless v2

Amazon Aurora adalah database relasional buatan AWS yang kompatibel dengan MySQL dan PostgreSQL. Versi Serverless v2 menambahkan satu kemampuan kunci: kapasitasnya elastis. Alih-alih menjalankan instance dengan ukuran tetap, Aurora Serverless v2 menyesuaikan kapasitas komputasinya secara otomatis dalam satuan ACU. Anda cukup menetapkan batas minimum dan maksimum ACU, dan database bergerak di antara keduanya mengikuti beban.

Dua sifat yang membuatnya berbeda dari pendahulunya (Serverless v1): penskalaannya halus (naik sedikit demi sedikit, bukan melompat menggandakan) dan cepat (dalam hitungan detik, tanpa memutus koneksi yang sedang berjalan). Karena Anda hanya membayar ACU yang benar-benar terpakai per detik, biaya mengikuti bentuk beban Anda — bukan puncak tertinggi sepanjang waktu.

Komponen & hal penting

Berikut istilah dan layanan pendukung yang muncul di sesi, beserta fungsi ringkasnya:

Aurora Serverless v2DB relasional yang elastis
Auto Scaling (ACU)Kapasitas naik-turun per detik
RDS ProxyKelola kumpulan koneksi
CloudWatchMetrik & pemantauan
Cost MonitoringPantau biaya pemakaian
ObservabilityLihat perilaku penskalaan
Batas Min/Max ACUPagar bawah & atas kapasitas

Poin praktisnya: Aurora Serverless v2 jarang berdiri sendiri. Untuk beban dengan banyak koneksi singkat (khas aplikasi web/serverless), RDS Proxy menjaga agar lonjakan koneksi tidak membebani database. CloudWatch dan Cost Monitoring menjadi mata Anda untuk memastikan penskalaan berperilaku wajar dan biaya tetap terkendali. Batas min/max ACU adalah tuas keselamatan Anda — terlalu rendah bisa bikin lambat saat ramai, terlalu tinggi bisa membiarkan biaya membengkak tak terduga.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Ibarat keran air pintar

Ibaratnya, Aurora Serverless v2 adalah keran air pintar di sebuah rumah. Keran biasa mengalirkan air dengan bukaan tetap, dan Anda menyewa pipa sebesar mungkin agar tidak kehabisan saat semua orang mandi bersamaan — padahal tengah malam pipa sebesar itu menganggur. Keran pintar ini mengecilkan alirannya sendiri saat rumah sepi, dan membesarkannya saat ramai. Yang terpenting: Anda membayar sesuai air yang benar-benar mengalir, bukan sewa pipa terbesar sepanjang waktu.

KERAN AIR PINTAR (Aurora Serverless v2) Beban (permintaan) Aliran = ACU terpakai Malam: aliran kecil Pagi: sedang Promo: besar Kembali kecil
Analogi: bukaan keran (ACU) mengikuti kebutuhan air (beban); Anda bayar sesuai yang mengalir, bukan sewa pipa terbesar.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, aplikasi produksi yang memakai Aurora Serverless v2 terlihat seperti ini: aplikasi Anda tidak menyambung langsung ke database, melainkan lewat RDS Proxy yang mengelola kumpulan koneksi. Di belakangnya, klaster Aurora Serverless v2 menaik-turunkan ACU mengikuti beban, sementara CloudWatch dan Cost Monitoring memantau metrik penskalaan dan biaya.

Aplikasi(web / API) RDS Proxyconnection pool Klaster Aurora Serverless v2 ACU elastis CloudWatch / Biaya
HLA: aplikasi → RDS Proxy (kumpulan koneksi) → klaster Aurora Serverless v2 (ACU elastis), dipantau CloudWatch & Cost Monitoring.

Alur penskalaan saat lonjakan

Ketika trafik tiba-tiba melonjak (misalnya menit pertama sebuah flash sale), inilah yang terjadi di balik layar:

  1. Beban naik. Permintaan ke database meningkat; RDS Proxy menahan lonjakan koneksi agar tidak membanjiri klaster sekaligus.
  2. Aurora mendeteksi. Pemakaian CPU/memori naik mendekati kapasitas ACU saat ini.
  3. Naik halus. Aurora menambah ACU sedikit demi sedikit dalam hitungan detik, tanpa memutus koneksi berjalan — sampai batas max ACU.
  4. Beban mereda. Setelah puncak lewat, pemakaian turun.
  5. Turun otomatis. Aurora mengurangi ACU kembali menuju min ACU, sehingga biaya ikut turun.
  6. Terpantau. CloudWatch merekam kurva ACU & biaya untuk ditinjau dan disetel ulang bila perlu.
Beban naikDeteksiNaik ACUMeredaTurun ACU
Alur penskalaan: beban naik → deteksi → ACU naik halus → beban mereda → ACU turun otomatis (semua terpantau).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga skenario penerapan yang khas — termasuk pengalaman Doitpay sendiri.

Contoh Penerapan · Fintech

Beban fluktuatif ala Doitpay

Sebuah platform pembayaran seperti Doitpay punya pola trafik yang tajam: tenang di dini hari, memuncak saat jam gajian, tanggal tua, atau kampanye promo mitra. Dengan Aurora Serverless v2, kapasitas database mengikuti kurva ini tanpa harus menyetel ulang ukuran instance manual. RDS Proxy meredam lonjakan koneksi dari banyak layanan mikro, sementara batas min/max ACU dijaga agar transaksi tetap lancar di puncak namun biaya tak liar. Pelajaran jujur mereka: pantau Cost Monitoring sejak hari pertama, karena penskalaan yang "terlalu bebas" bisa mengejutkan di tagihan.

Contoh Penerapan · Startup

Hemat biaya database di tahap awal

Startup tahap awal biasanya belum tahu seberapa besar bebannya, dan sayang membayar instance besar 24 jam untuk trafik yang masih kecil. Aurora Serverless v2 membiarkan mereka menyetel min ACU rendah agar murah saat sepi, namun tetap siap membesar otomatis bila produk tiba-tiba viral. Tak perlu menebak ukuran instance di awal — kapasitas mengikuti pertumbuhan nyata.

Contoh Penerapan · SaaS

Trafik tak menentu antar pelanggan

Produk SaaS B2B sering punya beban yang tak terprediksi: satu pelanggan besar menjalankan laporan bulanan berat, lalu sunyi berhari-hari. Dengan penskalaan halus per detik, database mengembang saat laporan dijalankan dan menyusut sesudahnya. Observability membantu tim melihat pelanggan mana yang mendorong lonjakan, dan RDS Proxy menjaga koneksi tetap sehat meski jumlah tenant bertambah.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

STP104 · Slide 1

Bukan sekadar auto scaling server

Kali ini database-nya sendiri yang mengembang & menyusut mengikuti beban, dalam hitungan detik.

1 / 6
STP104 · Slide 2

ACU: satuan kapasitas

Aurora Serverless v2 diukur dalam ACU. Anda tetapkan min & max; database bergerak di antaranya. Bayar sesuai pemakaian.

2 / 6
STP104 · Slide 3

Kelebihannya

  • Hemat untuk beban fluktuatif
  • Tak perlu pilih ukuran instance manual
  • Penskalaan halus & cepat, tanpa putus koneksi
3 / 6
STP104 · Slide 4

Yang perlu diwaspadai

  • Setel batas min/max ACU dengan cermat
  • Perilaku di lonjakan tajam & cold-ish start
  • Pakai RDS Proxy; pantau biaya sejak awal
4 / 6
STP104 · Slide 5

Analogi keran air pintar

Mengecil saat sepi, membesar saat ramai. Bayar air yang mengalir, bukan sewa pipa terbesar sepanjang waktu.

5 / 6
STP104 · Slide 6

Bawa pulang

Cocok untuk beban naik-turun. Kuncinya: batas ACU yang bijak, RDS Proxy, dan pemantauan biaya yang disiplin.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS maupun Doitpay; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.