AWS Summit Jakarta 2026 · Seri Sesi

Tool & Agent pada Generative AI

Dari model yang hanya menjawab, menuju asisten yang bertindak — memanggil alat, bernalar berlangkah, dan menyelesaikan tugas.
Kode TNC301Level 300 · LanjutanTrack Teknologi & Agentic
Edisi Pertama · 2026 · Bagian dari seri 61 sesi
Track · Teknologi & Agentic AI

Tentang Sesi Ini

01

Ringkasan & metadata

TNC30113:30 WIBFloor 4, Ballroom 1A2 Level 300 · LanjutanBahasa IndonesiaPembicara: AWS

Sesi ini membahas dua pola paling menentukan pada aplikasi generative AI modern: tool use (sering disebut function calling) dan agent. Intinya sederhana tetapi berdampak besar: alih-alih model yang cuma merangkai kalimat, kita memberi model kemampuan untuk memanggil fungsi atau API, membaca hasilnya, lalu memutuskan langkah berikutnya. Dari sinilah lahir asisten yang tidak hanya menjawab, tetapi benar-benar menyelesaikan tugas.

Perbedaan mendasarnya begini. Model bahasa biasa hanya bisa menebak teks berikutnya — pengetahuannya terkunci pada saat pelatihan dan ia tak tahu stok gudang hari ini atau harga terkini. Dengan tool use, model bisa berkata "saya perlu memanggil cekStok(produk)", sistem menjalankannya, mengembalikan angka nyata, dan model melanjutkan penalaran. Ketika hal ini dirangkai menjadi orkestrasi multi-langkah — memanggil beberapa alat berurutan, menangani error, dan menyusun jawaban akhir — model berubah menjadi agen.

Kenapa penting untuk Anda? Kalau Anda ingin AI yang bukan sekadar "chatbot pintar" melainkan asisten yang bisa mengecek data langsung, membuat tiket, atau mengirim notifikasi, maka tool use & agent adalah fondasi yang harus dipahami sebelum menyentuh implementasi di Amazon Bedrock.
Konsep Inti

Apa Itu & Bagaimana Bekerjanya

02

Apa itu tool use (function calling)

Tool use adalah mekanisme yang memungkinkan model bahasa meminta agar sebuah fungsi atau API dijalankan. Penting dipahami: model tidak menjalankan kodenya sendiri. Yang dilakukan model hanyalah menghasilkan sebuah "permintaan terstruktur" — biasanya berupa nama alat dan argumennya dalam format JSON. Aplikasi Andalah yang benar-benar mengeksekusi fungsi itu, lalu mengembalikan hasilnya ke model.

Prosesnya seperti percakapan bergiliran: (1) Anda memberi model daftar alat yang tersedia beserta deskripsi & parameternya; (2) saat menjawab, model boleh memilih memanggil alat; (3) sistem menjalankan alat dan menyerahkan hasil; (4) model memakai hasil itu untuk menyusun jawaban — atau memanggil alat lain lagi. Inilah yang membedakan model yang hanya menjawab dari agen yang bertindak: agen mengulang siklus "nalar → panggil alat → amati hasil" sampai tugas tuntas.

Agar banyak alat bisa disambungkan secara rapi dan bisa dipakai ulang, muncul protokol standar bernama MCP (Model Context Protocol). MCP berperan seperti "colokan universal": daripada menuliskan integrasi khusus untuk tiap alat, Anda menyediakan alat lewat sebuah MCP server, dan agen mana pun yang mendukung MCP bisa langsung memakainya. Di Amazon Bedrock, pola ini diwujudkan lewat layanan seperti AgentCore (mis. komponen Gateway yang mengubah API/Lambda menjadi alat berstandar MCP).

Bahan penyusun

Berikut elemen-elemen yang dibahas di sesi, dengan fungsi ringkasnya:

Amazon BedrockModel fondasi tempat agen bernalar
AgentNalar berlangkah & orkestrasi
Tool / FunctionFungsi & API yang dipanggil model
MCP / GatewayStandar sambungan alat
IdentityIzin alat yang aman & terbatas
ObservabilityJejak tiap panggilan alat
Error handlingCoba ulang & pagar pengaman

Elemen-elemen ini bekerja bersama. Sebuah agen memakai Amazon Bedrock untuk bernalar, memilih Tool yang tepat lewat MCP/Gateway, dibatasi oleh Identity agar hanya menyentuh data yang boleh, dijaga oleh error handling saat sebuah panggilan gagal, dan seluruh langkahnya direkam oleh Observability agar bisa ditelusuri.

Perumpamaan

Analogi yang Mudah Dicerna

03

Kotak perkakas untuk sang asisten

Ibaratnya, sebuah model bahasa biasa adalah konsultan pandai yang hanya bisa bicara. Anda bertanya "kran di rumah bocor", ia menjelaskan panjang lebar cara memperbaikinya — tetapi krannya tetap bocor. Tool use adalah memberi konsultan itu sebuah kotak perkakas — obeng, kunci pipa, senter — plus aturan kapan dan bagaimana setiap alat dipakai. Kini ia tak lagi cuma menjelaskan: ia mengambil kunci pipa dan benar-benar memperbaiki krannya.

ASISTEN + KOTAK PERKAKAS Asisten (Model) Kotak Perkakas (Tools) Cek stokNotifTiket
Analogi: model diberi kotak perkakas (alat) plus aturan pakai — dari menjelaskan menjadi memperbaiki.
Arsitektur

High-Level Architecture & Alur

04

High-Level Architecture (HLA)

Secara garis besar, sebuah aplikasi ber-agen dengan tool use terlihat seperti ini: aplikasi Anda mengirim permintaan pengguna ke agen, agen bernalar memakai model di Amazon Bedrock, memutuskan alat yang perlu dipanggil, lalu menyentuh alat-alat itu lewat lapisan MCP/Gateway — dibatasi Identity dan dipantau Observability. Alat bisa berupa API internal, database, atau layanan aksi (buat tiket, kirim notifikasi).

Aplikasi Agent(orkestrasi) Bedrock (Model) MCP /Gateway Tool: API internal Tool: Database Tool: Aksi/Tiket Tool: Notifikasi Observability + Identity (audit & izin)
HLA: aplikasi → Agent (nalar via Bedrock) → MCP/Gateway → alat (API, DB, aksi), dijaga Identity & Observability.

Alur kerja satu permintaan

Ketika pengguna mengetik "apakah produk X masih ada dan tolong buatkan tiket kalau habis?", inilah siklus yang terjadi:

  1. Masuk & nalar. Agen (dengan model Bedrock) memahami maksud dan memutuskan perlu memanggil alat cekStok.
  2. Panggil alat. Lewat Gateway, alat cekStok(X) dijalankan dan mengembalikan angka nyata.
  3. Amati hasil. Agen membaca hasil; misalnya stok = 0.
  4. Langkah berikutnya. Karena habis, agen memanggil alat kedua buatTiket() lalu kirimNotifikasi().
  5. Tangani error. Jika sebuah alat gagal, agen mencoba ulang atau melapor dengan jelas alih-alih mengarang jawaban.
  6. Susun & rekam. Agen merangkai jawaban akhir; Observability mencatat tiap panggilan untuk audit.
NalarCek stokAmatiBuat tiketJawaban
Alur agen: nalar → panggil alat → amati hasil → alat berikutnya → jawaban (semua terekam).
Contoh Penerapan

Dari Konsep ke Bisnis Nyata

05

Contoh nyata (konteks Indonesia)

Agar tidak berhenti di teori, berikut tiga pola penerapan tool use & agent yang khas di Indonesia.

Contoh Penerapan · Asisten Memanggil API Internal

Cek stok & harga secara langsung

Sebuah retailer membangun asisten belanja. Ketika pelanggan bertanya "kulkas 2 pintu warna silver masih ada?", agen tidak menebak — ia memanggil alat cekStok dan cekHarga ke API internal, mendapat angka terkini, lalu menjawab dengan harga dan ketersediaan yang benar. Identity memastikan agen hanya membaca katalog publik, bukan data biaya rahasia. Hasilnya: jawaban akurat, bukan halusinasi.

Contoh Penerapan · RAG + Tools

Menjawab sekaligus mengambil tindakan

Sebuah bank menggabungkan RAG (mengambil jawaban dari basis pengetahuan kebijakan) dengan tools (aksi nyata). Nasabah bertanya "bagaimana cara blokir kartu saya yang hilang?" — agen menjelaskan prosedurnya dari dokumen resmi (RAG), lalu, atas persetujuan nasabah, memanggil alat blokirKartu() untuk benar-benar mengeksekusinya. Menjawab dan bertindak dalam satu percakapan, dengan seluruh langkah terekam untuk kepatuhan.

Contoh Penerapan · Workflow Otomatis

Buat tiket & kirim notifikasi

Tim IT sebuah perusahaan logistik memakai agen untuk menangani laporan gangguan. Saat sistem mendeteksi keluhan "aplikasi kurir error", agen memanggil rangkaian alat berurutan: buatTiket() di sistem helpdesk, tetapkanPrioritas(), lalu kirimNotifikasi() ke kanal tim terkait. Jika salah satu alat gagal, agen mencoba ulang atau mengeskalasi — bukan diam. Pekerjaan berulang yang tadinya manual kini berjalan otomatis dan tercatat rapi.

Mode Slide

Ringkasan Visual (Geser)

06

Ringkasan visual

Enam kartu berikut merangkum inti sesi. Gunakan tombol atau tombol panah keyboard (← →) untuk berpindah.

TNC301 · Slide 1

Dari menjawab menjadi bertindak

Model biasa cuma merangkai teks. Dengan tool use, model bisa memanggil fungsi/API dan menyelesaikan tugas nyata.

1 / 6
TNC301 · Slide 2

Tool use = function calling

Model tidak menjalankan kode; ia meminta alat mana yang dijalankan (JSON). Aplikasi Anda yang mengeksekusi & mengembalikan hasil.

2 / 6
TNC301 · Slide 3

Agen = nalar berlangkah

Ulangi siklus: nalar → panggil alat → amati hasil → alat berikutnya, sampai tugas tuntas.

3 / 6
TNC301 · Slide 4

MCP: colokan universal alat

Sediakan alat sekali lewat MCP server; agen mana pun bisa memakainya. Di Bedrock lewat AgentCore Gateway.

4 / 6
TNC301 · Slide 5

Keandalan, izin, error

Batasi izin alat (Identity), tangani kegagalan dengan coba-ulang, dan rekam tiap langkah (Observability).

5 / 6
TNC301 · Slide 6

Bawa pulang

Mulai dari 1–2 alat penting, lalu rangkai jadi workflow. Pola yang sama menskala dari 1 alat ke banyak.

6 / 6
Penutup

Poin yang Bisa Dibawa Pulang

07

Poin yang bisa dibawa pulang

Tentang Buku Ini
Sainskerta · Seri AWS Summit Jakarta 2026

Buku ini adalah rangkuman edukatif independen atas satu sesi AWS Summit Jakarta 2026, dibuat agar materi tetap bisa dipelajari oleh mereka yang tak sempat hadir. Bukan materi resmi AWS; seluruh nama produk & merek adalah milik pemiliknya masing-masing. Contoh penerapan bersifat ilustratif.

Bagian dari seri 61 sesi AWS Summit Jakarta 2026 — satu buku untuk tiap sesi.